Published On: Wed, Nov 26th, 2025

Sekolah Abata Lombok Hadirkan Penyambutan Tamu yang Penuh Ketulusan: Cermin Karakter dan Jiwa Pendidikan

dibaca 31 kali
Share This
Tags

RADIO LOMBOK FM,Lombok — Di tengah hiruk-pikuk dunia pendidikan yang semakin modern, Sekolah Abata Lombok menghadirkan sesuatu yang berbeda sebuah kehangatan. Setiap tamu yang datang disambut bukan hanya sebagai pengunjung, melainkan sebagai saudara yang membawa keberkahan.

Di sekolah yang dipimpin oleh Saharjo, tokoh pendidikan sekaligus Ketua IPPAT NTB ini, adab penyambutan tamu bukan sekadar formalitas. Ia menjadi napas, budaya, dan cermin karakter lembaga.

“Ketika tamu datang, mereka datang membawa harapan dan niat baik. Tugas kami adalah menyambutnya dengan hati yang tulus,” ungkap Saharjo dengan nada lembut.

Kedatangan tamu di Sekolah Abata Lombok selalu diawali dengan senyum tulus dari guru dan staf, sapaan penuh hormat, serta pendampingan yang ramah. Bukan hanya memberi tempat duduk, tetapi memastikan tamu merasa dihargai, dihormati, dan diterima sebagai keluarga besar Abata. Setiap langkah tamu diarahkan dengan sabar; setiap percakapan dijaga agar tetap santun, hangat, dan penuh nilai.

Di ruang tamu sederhana namun bersih itu, para tamu kerap merasakan suasana yang berbeda. Ada ketenangan, ada kesantunan, dan ada ketulusan yang tidak dibuat-buat. Banyak tamu mengaku seperti sedang singgah di rumah orang baik—bukan di sebuah institusi besar dengan 1.500 siswa.

Bagi Saharjo, adab menyambut tamu adalah pendidikan itu sendiri. Anak-anak akan belajar dari apa yang mereka lihat. Ketika guru melayani dengan hati, siswa akan tumbuh dengan jiwa yang sama.

“Kami ingin Abata menjadi sekolah yang bukan hanya unggul dalam akademik, tetapi unggul dalam adab. Tamu adalah cermin bagaimana karakter kita dibentuk,” tambahnya.

Nilai-nilai Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang dijunjung Saharjo rendah hati, tepo seliro, keteguhan hati, dan kasih sayang, menjadi dasar kuat dalam budaya penyambutan. Abata ingin memberi pesan: pendidikan sejati tidak hanya terletak pada buku dan kurikulum, tetapi pada kelembutan hati dalam memperlakukan sesama.

Dengan pendekatan ini, Sekolah Abata Lombok berharap mampu menjadi teladan bagi sekolah-sekolah lain di NTB, bahwa kemajuan lembaga pendidikan tidak selalu bergantung pada fasilitas, tetapi seringkali pada ketulusan yang menghiasi interaksi manusia di dalamnya.

Ketika tamu pulang, mereka tidak hanya membawa informasi atau hasil pertemuan. Mereka membawa sesuatu yang lebih dalam: kesan bahwa di sudut Lombok ini, ada sebuah sekolah yang menyambut dengan hati dan itu adalah pendidikan paling mulia.

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah