Published On: Mon, Apr 27th, 2026

Parade Tasmi’ Al-Qur’an ke-XII, Sekolah Abata Lombok Tekankan Pembinaan Personal Siswa

dibaca 1 kali

RADIO LOMBOK FM,Mataram — Ratusan siswa ambil bagian dalam Parade Tasmi’ Al-Qur’an ke-XII yang digelar di Ballroom pada 28–29 April 2026. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan menjadi bukti konsistensi sekolah dalam mengembangkan pembinaan prestasi berbasis individu.

Parade tasmi’ merupakan kegiatan memperdengarkan hafalan Al-Qur’an di hadapan para penyimak (pentasmi). Dalam pelaksanaannya, peserta dari berbagai jenjang tidak hanya diuji kelancaran hafalan, tetapi juga ketepatan tajwid, adab membaca, hingga kesiapan mental saat tampil di depan publik.

Pembimbing tahfidz, , menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi. Menurutnya, setiap siswa memiliki capaian berbeda yang dibina melalui pendekatan khusus.

“Di ABATA, hafalan tidak dilihat sebagai angka semata. Setiap anak didampingi dengan metode yang sesuai, mulai dari murojaah harian, pendampingan guru, hingga evaluasi berkala. Parade tasmi’ ini menjadi bentuk pertanggungjawaban kami kepada orang tua,” ujarnya.

Peran pentasmi yang terdiri dari guru dan tenaga pendidik menjadi kunci dalam menjaga kualitas hafalan. Mereka menyimak secara teliti, mencatat kesalahan, serta memberikan evaluasi langsung sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Antusiasme juga datang dari para orang tua yang hadir menyaksikan. Mereka menilai tasmi’ sebagai indikator perkembangan anak, sekaligus bukti bahwa pendidikan spiritual berjalan seiring dengan akademik.

Salah seorang wali murid mengungkapkan harapannya agar anak-anak tidak hanya mampu menghafal, tetapi juga mencintai Al-Qur’an. Keberanian tampil di depan umum dinilai sebagai bagian penting dari pembentukan karakter.

Sementara itu, penanggung jawab program keislaman, , menyebut tasmi’ sebagai momentum pembentukan disiplin dan tanggung jawab siswa.

“Anak-anak harus menikmati proses. Prestasi tidak datang secara instan, tetapi melalui pendampingan yang tepat dan berkelanjutan,” jelasnya.

Dikenal dengan sistem pembinaan berbasis individu, menerapkan pemetaan kemampuan siswa secara intensif. Dalam program tahfidz, pendekatan ini diwujudkan melalui target hafalan yang disesuaikan, pendampingan emosional, serta evaluasi berkelanjutan.

Dengan jumlah peserta yang mencapai ratusan, Parade Tasmi’ Al-Qur’an ke-XII menjadi penegasan komitmen sekolah dalam menjaga kualitas pendidikan berbasis nilai. Pendekatan ini sekaligus menunjukkan bahwa setiap anak memiliki jalur prestasi yang unik, yang perlu dibina dan diapresiasi secara berkesinambungan.

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah