Dari Band Sekolah ke Pembentukan Karakter, SMP IT ABATA LOMBOK Cetak Siswa Percaya Diri
dibaca 1 kali
RADIO LOMBOK FM,Mataram — Di tengah derasnya pengaruh dunia digital yang membuat banyak remaja semakin tenggelam dalam gadget dan media sosial, SMP IT ABATA LOMBOK memilih mengambil langkah berbeda. Sekolah ini berupaya membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berani tampil, kreatif, dan percaya diri sejak usia sekolah.
Upaya tersebut salah satunya terlihat melalui kehadiran band pelajar “Seven Teenegers” yang digawangi Arcel, Shylla, Kayla, Rafka, Kiki, Fadlan, dan Neisha. Kehadiran mereka bukan sekadar untuk meramaikan kegiatan sekolah, tetapi menjadi simbol bagaimana siswa diberi ruang untuk tumbuh menjadi pribadi aktif, komunikatif, dan mampu bekerja sama dalam tim.
Di SMP IT ABATA LOMBOK, musik dipandang sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa. Melalui latihan dan penampilan di depan publik, para siswa belajar mengendalikan rasa gugup, melatih disiplin, menghargai proses, hingga membangun kekompakan bersama teman-temannya.
Kepala SMP IT ABATA LOMBOK, Zulkan Jayadi, S.Pd., M.Sc., menilai sekolah saat ini tidak cukup hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga harus mampu membentuk mental keberanian dan kreativitas siswa.
“Anak-anak hari ini sebenarnya memiliki potensi luar biasa. Yang sering kurang adalah ruang untuk tampil dan keberanian percaya pada dirinya sendiri. Sekolah harus menjadi tempat anak-anak menemukan jati dirinya, bukan hanya tempat belajar pelajaran,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan “Seven Teenegers” menjadi bukti bahwa siswa mampu berkembang lebih jauh ketika diberikan ruang yang positif dan dukungan yang tepat.
“Kami ingin siswa SMP IT ABATA LOMBOK tumbuh menjadi generasi yang aktif, kreatif, komunikatif, dan percaya diri. Musik hanya salah satu medianya. Yang paling penting adalah mereka belajar disiplin, kerja sama, dan keberanian tampil di depan publik,” katanya.
Fenomena “Seven Teenegers” juga menjadi gambaran bagaimana sekolah berupaya melawan lahirnya generasi pasif di era modern. SMP IT ABATA LOMBOK melihat tantangan pendidikan saat ini bukan hanya soal prestasi belajar, tetapi juga munculnya anak-anak yang takut berbicara, minder menunjukkan kemampuan, dan kehilangan keberanian mengekspresikan diri.
Karena itu, sekolah mulai menghadirkan lebih banyak ruang ekspresi bagi siswa, mulai dari seni, kreativitas, kolaborasi, hingga public speaking. Semua ruang tersebut dirancang agar siswa merasa dihargai atas bakat dan potensi yang mereka miliki.
Bagi SMP IT ABATA LOMBOK, “Seven Teenegers” bukan hanya band sekolah biasa. Mereka adalah simbol bahwa anak-anak yang diberi kepercayaan dan ruang tumbuh akan berkembang menjadi pribadi yang lebih kuat, mandiri, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Di tengah kekhawatiran lahirnya generasi yang mudah cemas, mudah diam, dan kehilangan arah, SMP IT ABATA LOMBOK mencoba menghadirkan pendidikan yang bukan hanya mencetak nilai rapor, tetapi juga melahirkan generasi muda yang berani hidup, berani tampil, dan berani menjadi dirinya sendiri.








