Published On: Fri, May 15th, 2026

Sekolah Abata Lombok Perkuat Pendidikan Holistik, Jaga Kesehatan dan Karakter Anak di Era Digital

dibaca 2 kali

RADIO LOMBOK FM, Mataram – Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan anak-anak yang mudah sakit, sulit fokus, hingga mengalami gangguan emosional akibat pola hidup modern, Sekolah Abata Lombok hadir membawa pendekatan pendidikan yang lebih menyeluruh.

Sekolah ini menilai ancaman terbesar bagi tumbuh kembang anak saat ini bukan hanya faktor cuaca atau lingkungan luar, melainkan kebiasaan kecil di rumah yang perlahan dianggap normal. Mulai dari penggunaan gadget berlebihan, tidur larut malam, konsumsi makanan instan dan minuman manis, hingga minimnya aktivitas fisik dan paparan sinar matahari pagi.

Menurut Sekolah Abata Lombok, pola hidup tersebut tanpa disadari dapat melemahkan daya tahan tubuh anak sekaligus memengaruhi perkembangan mental dan emosional mereka.

Tim Psikolog Sekolah Abata Lombok, Bunda Dita, menjelaskan bahwa anak-anak yang terlalu lama terpapar layar digital cenderung mengalami penurunan fokus, mudah emosional, hingga kesulitan membangun komunikasi sosial secara langsung.

“Anak membutuhkan gerak tubuh, interaksi hangat, permainan nyata, serta kehadiran orang tua secara utuh. Ketika semuanya tergantikan oleh layar, maka ruang tumbuh sehat anak perlahan hilang,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pola tidur yang buruk dan kurangnya aktivitas luar ruang dapat berdampak pada hormon pertumbuhan, kestabilan emosi, hingga kemampuan anak mengelola stres sejak dini.

Karena itu, Sekolah Abata Lombok mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi anak di era digital saat ini.

Sementara itu, Direktur Sekolah Abata Lombok, Fahrun Nitza, S.Pd., Gr., menegaskan bahwa sekolah tidak cukup hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan.

Menurutnya, pendidikan harus mampu menjadi benteng yang menjaga kesehatan fisik, mental, emosional, sekaligus membentuk karakter anak agar tetap kuat menghadapi perubahan zaman.

“Jika pendidikan hanya mengejar nilai akademik tetapi membiarkan anak kehilangan kesehatan dan keseimbangan hidupnya, maka pendidikan sedang kehilangan makna utamanya,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen, Sekolah Abata Lombok mulai memperkuat budaya sekolah yang lebih sehat dan manusiawi. Anak-anak didorong aktif bergerak, bermain, belajar di ruang terbuka, berinteraksi langsung dengan teman sebaya, hingga mengurangi ketergantungan terhadap gadget.

Bagi Abata Lombok, fenomena anak yang mudah sakit bukan sekadar persoalan medis, tetapi menjadi alarm sosial bahwa banyak keluarga mulai kehilangan keseimbangan dalam pola pengasuhan.

Sekolah ini pun menempatkan pendidikan sebagai ruang pemulihan, bukan hanya untuk mencetak anak pintar secara akademik, tetapi juga membentuk generasi yang sehat, kuat, stabil secara emosi, memiliki empati, serta berkarakter.

Karena menurut Abata Lombok, masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan generasi mudanya, tetapi juga oleh kekuatan mental, kesehatan fisik, kematangan emosi, dan karakter yang dibangun sejak usia dini.

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah