Polres Lombok Tengah Gandeng Ribuan Komunitas Vespa Semarakkan Puncak Bau Nyale 2026
dibaca 26 kali
RADIO LOMBOK FM,Lombok Tengah (NTB) ā Kepolisian Resor Lombok Tengah akan berkolaborasi dengan ribuan pemotor Vespa dari berbagai daerah untuk memeriahkan puncak perayaan Bau Nyale 2026. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 7ā8 Februari 2026 di Pantai Seger, kawasan , Desa Kute, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.
Diperkirakan sekitar 3.000 pemotor Vespa yang tergabung dalam komunitas Vespa akan ambil bagian dalam event tersebut. Para peserta akan memulai perjalanan dari Eks Bandara Selaparang, Kota Mataram, dan berakhir di kawasan KEK Mandalika sebagai titik finis.
Rombongan Vespa ini rencananya akan dilepas langsung oleh dan kembali disambut di garis finis Mandalika. Momentum ini diharapkan menjadi atraksi tersendiri yang menambah kemeriahan puncak Bau Nyale.
Kapolres Lombok Tengah, AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut digagas untuk mendukung kesuksesan Bau Nyale 2026 sekaligus mendorong promosi pariwisata Lombok Tengah. Menurutnya, keterlibatan komunitas Vespa dari berbagai daerah akan memberikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Selain aspek budaya dan pariwisata, event ini juga membawa misi kemanusiaan. Setiap peserta diwajibkan berdonasi sebesar Rp100 ribu untuk mendapatkan kupon keikutsertaan. Seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan bagi masyarakat terdampak bencana alam, baik di Lombok Tengah maupun di wilayah Aceh dan Sumatra.
Setibanya di lokasi finis, para peserta akan disuguhi beragam hiburan, pembagian doorprize, serta pengundian hadiah utama berupa dua unit sepeda motor Vespa. Tak hanya itu, juga akan digelar lelang Vespa dan seluruh peserta diajak turun langsung ke Pantai Seger untuk mengikuti tradisi menangkap nyale bersama masyarakat.
Melalui sinergi antara Polri, komunitas Vespa, dan masyarakat, perayaan Bau Nyale 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya Suku Sasak, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi promosi pariwisata serta penguatan solidaritas sosial di Nusa Tenggara Barat.








