Published On: Sun, Nov 2nd, 2025

Sekolah Abata Lombok Gandeng Bank Sampah Lisan Kota Mataram dan Kembangkan Budidaya Maggot untuk Kelola Sampah Sekolah

dibaca 27 kali
Share This
Tags

RADIO LOMBOK FM,Lombok, 2 November 2025 — Dalam upaya mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, hijau, dan berkelanjutan, Sekolah Abata Lombok resmi menjalin kerja sama dengan Bank Sampah Lisan Kota Mataram. Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam pengelolaan sampah yang terarah, edukatif, dan berdaya guna, sekaligus menanamkan kesadaran ekologis kepada seluruh siswa sejak dini.

Melalui program ini, seluruh unit pendidikan di Abata Lombok akan menerapkan sistem pemilahan sampah organik dan anorganik. Sampah anorganik yang masih bernilai ekonomi akan disetorkan ke Bank Sampah Lisan untuk diolah kembali, sementara sampah organik dimanfaatkan untuk program budidaya maggot dan pembuatan kompos di lingkungan sekolah.

Budidaya maggot yang dilakukan oleh siswa SMA Abata Lombok ini menjadi inovasi baru dalam edukasi lingkungan. Maggot dari jenis Black Soldier Fly (BSF) berfungsi mengurai limbah organik seperti sisa makanan, sayuran, dan buah. Dengan cara ini, volume sampah organik di sekolah dapat berkurang secara signifikan, sementara hasil panen maggot dapat digunakan sebagai pakan ikan dan unggas, sekaligus menjadi media pembelajaran bioteknologi terapan bagi siswa.

Pembina Sekolah Abata Lombok, Dr. Saharjo, S.H., M.Kn., M.H., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Abata dalam membangun karakter cinta lingkungan.
“Kami ingin anak-anak Abata belajar langsung bagaimana sampah bisa dikelola menjadi berkah. Melalui program seperti bank sampah dan budidaya maggot, mereka tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga berinovasi untuk masa depan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMA Abata Lombok, Bunda Ricca Veronica, S.Pd., menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari pembelajaran berbasis proyek.
“Anak-anak kami didorong untuk berpikir ilmiah dan bertindak nyata. Mereka belajar proses daur ulang alami dan ekonomi sirkular. Lewat program maggot, mereka paham bahwa setiap limbah bisa kembali bermanfaat bila dikelola dengan ilmu dan kesadaran,” tuturnya.

Salah satu siswa SMA Abata Lombok, Gazali Surya Negara, mengaku bangga bisa ikut dalam program ini.
“Kami jadi tahu kalau sampah bukan cuma kotoran, tapi bisa menghasilkan hal bermanfaat. Ternyata beternak maggot itu seru dan bisa bantu lingkungan,” katanya dengan semangat.

Perwakilan Bank Sampah Lisan, Pak Akhmad memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Abata Lombok yang mengintegrasikan pendidikan dan pengelolaan lingkungan.

“Abata Lombok bukan hanya mengelola sampah, tapi menciptakan budaya baru di sekolah — budaya peduli lingkungan. Kami dari Bank Sampah Lisan siap mendampingi, memberikan pelatihan, dan menampung hasil pemilahan sampah yang dilakukan anak-anak Abata. Harapan kami, gerakan ini bisa menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Kota Mataram dan sekitarnya,” ujarnya.

Dengan kerja sama ini, Sekolah Abata Lombok menegaskan diri sebagai sekolah berwawasan lingkungan dan inovatif, yang tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai pendidikan hijau, kemandirian, dan tanggung jawab ekologis melalui aksi nyata siswa dan guru.

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah