Pemkab Lotim Tepis Pembuatan RSI “Kita” Tidak Transparan
dibaca 1,094 kali
RADIO LOMBOK FM, Lombok Timur – Pembangunan Rumah Sakit Islam (RSI) Kita yang bertempat di Kecamatan Labuhan Haji yang telah melakukan peletakan batu pertama oleh Bupati Lombok Timur.
Sejumlah orang penting di lokasi pembangunan RSI tersebut bahkan Kepala Desa Labuhan Haji sendiri mengklaim bahwa pembangunan RSI itu tidak transparan, sebab tidak adanya persetujuan dan rekomendasi dari desa terkait, sehingga bangunan itu tidak memiliki IMB dan HO.
Bahkan beredar isu selesai puasa ia akan melakukan gugatan kepada semua pihak terkait pembangunan ini, demikian dijelaskan kepada Radio Lombok FM Kades Labuhan Haji Saprudin, Selasa (13/06/2017).
Menjawab permasalahan itu Asisten 1 Bidang Pemerintahan Pemkab Lotim H. Juani Taufik menepis apa yang ditudingkan oleh Kades Labuhan Haji itu terkait pembangunan RSI Kita, dengan begitu ketika dipertanyakan apakah tanah itu milik Pemda, jelas tanah itu milik Pemda karena disana ada tembok yang tertulis mengatakan tanah ini milik pemerintah.
Lanjutnya agar semua pihak mengetahui mengenai status tanah itu dulu pada tahun 2015 sudah ada penyerahan baik dari yayasan yang dimanfaatkan oleh KUD.
“Ingat ya KUD itu menempati hanya pemanfaatan saja”, jelasnya.
Dikatakannya, warkah tanah tersebut ada di BPN, dan hasil dari data yang ada bahwa tanah itu berasal dari warga keturunan, sehingga status tanah itu ditinggalkan oleh warga keturunan tersebut,paparnya.
Awalnya memang setelah di tau tanah itu ditinggal pemiliknya maka pihak pemerintah mengurus tanah itu sesuai prosedur dengan merujuk kepada Pepres yang mengatakan apabila tanah itu ditinggal pemiliknya maka akan menjadi wewenang Pemerintah Daerah, dan sekarang sudah menjadi aset pemerintah
Jadi lanjutnya kalau memang ada yang mau menggugat silakan saja, tidak masalah namun ia pihak pemerintah memiliki dokumen lengkap atas tanah tersebut, jelasnya.|002|021|.








