Published On: Tue, May 26th, 2026

Minim Stimulasi Dini Ancam Tumbuh Kembang Anak, Psikolog Abata Lombok: Anak Tidak Cukup Hanya “Dibiarkan Tumbuh”

dibaca 1 kali

RADIO LOMBOK FM,MATARAM — Di tengah berkembangnya pola parenting modern, Sekolah Abata Lombok menyoroti masih banyak orang tua yang keliru memahami proses tumbuh kembang anak. Anggapan bahwa anak akan berkembang optimal secara otomatis seiring bertambahnya usia dinilai menjadi salah satu penyebab keterlambatan perkembangan yang kerap terlambat disadari.

Tim psikolog Sekolah Abata Lombok menegaskan bahwa perkembangan anak membutuhkan stimulasi yang konsisten sejak usia dini agar potensi kecerdasan, emosi, dan kemampuan sosial dapat tumbuh maksimal.

“Perkembangan anak bukan proses otomatis. Otak anak harus distimulasi secara terus-menerus agar potensi kecerdasannya berkembang optimal,” ungkap tim psikolog Sekolah Abata Lombok dalam edukasi parenting yang rutin diberikan kepada para orang tua.

Menurut mereka, usia 0 hingga 5 tahun merupakan fase emas perkembangan manusia. Pada periode tersebut, kemampuan motorik, bahasa, sosial, emosi, hingga pola berpikir berkembang sangat cepat dan menentukan kualitas anak di masa depan.

Karena itu, Sekolah Abata Lombok menerapkan pendekatan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran di kelas, tetapi juga membangun sistem stimulasi tumbuh kembang yang melibatkan sinergi antara sekolah dan keluarga.

Melalui pendampingan aktif, tim psikolog Abata Lombok membantu orang tua memahami tahapan perkembangan anak, pola stimulasi harian, hingga deteksi dini terhadap hambatan perkembangan yang mungkin muncul.

Bunda Dita selaku tim psikolog Sekolah Abata Lombok mengatakan masih banyak orang tua yang salah memahami makna tumbuh kembang anak. Ia menilai sebagian orang tua menganggap kecerdasan anak akan berkembang dengan sendirinya tanpa proses stimulasi yang intensif.

“Usia dini itu bukan sekadar masa bermain. Ini fase pembentukan jaringan otak paling cepat dalam hidup manusia. Jika anak minim stimulasi, maka banyak potensi perkembangan yang tidak terbentuk optimal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, stimulasi sederhana seperti mengajak anak berbicara, membacakan cerita, bermain aktif bersama, melatih kemandirian, hingga membangun interaksi emosional yang hangat memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan karakter dan kecerdasan anak.

Namun di sisi lain, ia menilai tantangan parenting modern saat ini adalah semakin minimnya interaksi berkualitas antara orang tua dan anak.

“Anak sekarang banyak yang ditemani gadget, tetapi kurang ditemani komunikasi. Padahal perkembangan bahasa, sosial, dan emosi anak justru tumbuh dari interaksi nyata bersama orang tua,” kata Bunda Dita.

Menurutnya, keterlambatan perkembangan anak sering kali baru diketahui saat memasuki usia sekolah, ketika kemampuan bicara, fokus, kemandirian, hingga kemampuan sosial terlihat tertinggal dibandingkan teman sebaya.

Untuk itu, Sekolah Abata Lombok terus memperkuat edukasi parenting dan layanan pendampingan psikologis agar orang tua tidak hanya mengejar capaian akademik anak, tetapi juga memahami proses tumbuh kembang secara menyeluruh.

Pendiri Sekolah Abata Lombok, menegaskan bahwa pendidikan masa depan tidak cukup hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga harus memahami proses perkembangan manusia sejak usia dini.

“Kegagalan memahami fase tumbuh kembang anak bisa melahirkan generasi yang terlihat baik secara akademik, tetapi rapuh secara mental, emosional, dan sosial,” ujarnya.

Ia menambahkan, Sekolah Abata Lombok terus membangun ekosistem pendidikan berbasis psikologi perkembangan anak, stimulasi harian, pendidikan karakter, serta kolaborasi aktif bersama orang tua.

Bagi Abata Lombok, sekolah bukan sekadar tempat menitipkan anak, melainkan ruang tumbuh yang membantu setiap anak berkembang menjadi versi terbaik dirinya sejak tahun-tahun pertama kehidupan.

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah