SEKOLAH ABATA LOMBOK Tanamkan Nilai Persatuan sebagai Pilar Ketahanan Nasional
dibaca 1 kali
RADIO LOMBOK FM,MATARAM – Persatuan bangsa tidak lahir secara instan dari kebijakan besar atau momentum nasional semata. Nilai tersebut tumbuh dari lingkungan terdekat, mulai dari keluarga, sekolah, hingga kehidupan masyarakat di daerah. Kesadaran inilah yang terus ditanamkan oleh SEKOLAH ABATA LOMBOK melalui pendekatan pendidikan yang menekankan karakter, toleransi, dan kebersamaan.
Di tengah keberagaman Indonesia yang kaya akan budaya, bahasa, dan tradisi, sekolah memandang pendidikan sebagai sarana strategis untuk menumbuhkan rasa saling menghormati sejak usia dini. Anak-anak diperkenalkan pada berbagai budaya Nusantara sebagai bagian dari identitas bangsa yang harus dijaga dan dihargai bersama.
SEKOLAH ABATA LOMBOK menilai bahwa persatuan bukan hanya tema yang diangkat saat peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, melainkan nilai yang perlu diwujudkan dalam aktivitas sehari-hari melalui sikap gotong royong, kepedulian sosial, kemandirian, serta penghormatan terhadap perbedaan.
Pembina SEKOLAH ABATA LOMBOK, Dr. Saharjo, S.H., M.Kn., M.H., menegaskan bahwa ketahanan nasional memiliki fondasi yang kuat pada kehidupan masyarakat yang harmonis dan berdaya.
“Ketahanan nasional tidak hanya berbicara tentang aspek pertahanan dalam arti konvensional. Ketahanan yang sesungguhnya juga tumbuh dari masyarakat yang hidup rukun, saling menghormati, mandiri, dan mampu menghadapi berbagai persoalan secara bersama-sama,” ujarnya.
Menurutnya, daerah yang kuat akan menjadi penopang bagi kuatnya bangsa. Karena itu, pembentukan karakter generasi muda harus menjadi perhatian utama, terutama melalui pendidikan.
Ia menambahkan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, rasa tanggung jawab, serta kemampuan hidup berdampingan dalam keberagaman.
“Anak-anak yang kita didik hari ini akan menjadi pemimpin Indonesia di masa depan. Mereka perlu dibekali kemampuan menghargai perbedaan, mencintai budaya bangsa, dan menjaga persatuan,” katanya.
Dr. Saharjo juga menilai pengenalan budaya Nusantara melalui berbagai kegiatan pendidikan merupakan cara efektif menanamkan semangat kebangsaan kepada peserta didik.
“Ketika anak-anak mengenakan pakaian adat yang berbeda dan berdiri bersama di bawah Merah Putih, mereka belajar bahwa perbedaan bukanlah pemisah. Justru dari keberagaman itulah lahir kekuatan sebagai satu bangsa Indonesia,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ketahanan nasional dibangun secara bertahap, dimulai dari masyarakat yang harmonis, daerah yang aman, hingga bangsa yang kokoh. Dalam proses tersebut, sekolah menjadi salah satu ruang penting untuk membentuk modal sosial generasi penerus.
Melalui kebiasaan disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap sesama, anak-anak dibimbing menjadi pribadi yang siap berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.
“Kita ingin generasi muda memahami bahwa Indonesia yang besar ini harus dirawat dengan persatuan. Perbedaan adalah kekayaan yang harus dijaga, dan pendidikan adalah jalan untuk menanamkan kesadaran itu sejak dini,” tegasnya.
Melalui komitmen tersebut, SEKOLAH ABATA LOMBOK terus berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga memperkuat karakter kebangsaan. Sebab membangun anak berarti membangun masyarakat, membangun masyarakat berarti memperkuat daerah, dan daerah yang kuat merupakan fondasi penting bagi ketahanan nasional Indonesia.








