Optimalisasi Peran IPPAT NTB: Untuk Anggota, Tanpa Sekat, Tanpa Tapi
dibaca 118 kali
RADIO LOMBOK FM,Mataram, 18 Oktober 2025 – Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah(IPPAT) Nusa Tenggara Barat di bawah kepemimpinan Dr. Saharjo, S.H., M.Kn., M.H. terus menunjukkan komitmen kuat untuk memperkuat eksistensi dan peran organisasi. Dengan semangat “Untuk Anggota, Tanpa Sekat, Tanpa Tapi”, IPPAT NTB menegaskan diri sebagai organisasi profesi yang inklusif, progresif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang pertanahan.
Dalam berbagai kesempatan, Dr. Saharjo menegaskan bahwa IPPAT NTB bukan sekadar wadah profesi, melainkan ruang kolaborasi dan pengabdian bagi seluruh anggota.
“Kita ingin IPPAT NTB menjadi organisasi yang hidup, hangat, dan produktif. Semua anggota memiliki hak yang sama untuk berkembang, tanpa sekat dan tanpa tapi,” ungkapnya.
Tiga Fokus Utama Gerak IPPAT NTB
Untuk mewujudkan visi tersebut, IPPAT NTB menetapkan tiga arah strategis:
1. Peningkatan Kapasitas dan Profesionalisme Anggota
Melalui pelatihan, seminar, dan forum ilmiah yang berkelanjutan agar setiap anggota siap menghadapi dinamika hukum pertanahan modern.
2. Penguatan Solidaritas dan Kolaborasi Internal
Membangun semangat kebersamaan dan sinergi lintas wilayah serta lintas generasi agar organisasi menjadi ruang yang nyaman dan produktif bagi semua anggota.
3. Sinergi Strategis dengan Pemerintah dan Lembaga Terkait
Memastikan peran PPAT semakin diakui dan berkontribusi aktif dalam sistem pertanahan nasional serta pembangunan daerah.
Dr. Saharjo menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak lahir dari struktur semata, melainkan dari solidaritas dan kesamaan niat.
“Organisasi ini besar karena kebersamaan. Ketika kita bekerja tanpa sekat dan tanpa tapi, maka IPPAT NTB bukan hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga berwibawa secara moral dan profesional,” ujarnya.
Visi dan Arah ke Depan
Ke depan, IPPAT NTB berkomitmen menciptakan ekosistem profesi yang adaptif, kolaboratif, dan berintegritas tinggi. Melalui digitalisasi layanan, peningkatan literasi hukum, dan perluasan jejaring strategis, IPPAT NTB menargetkan pelayanan pertanahan di Nusa Tenggara Barat menjadi lebih cepat, transparan, dan akuntabel.
“Mari kita bangun IPPAT NTB yang solid dan berdaya. Tanpa sekat, tanpa tapi — hanya dengan niat tulus untuk mengabdi dan memberi manfaat bagi sesama,” tutup Dr. Saharjo.
Dengan semangat ini, IPPAT NTB terus bergerak — melayani anggota, memperkuat profesi, dan menginspirasi Indonesia.











