Gracia Dorong Realisasi Lembaga Pengayoman dan Keilmuan bagi IPPAT–INI NTB
dibaca 36 kali
RADIO LOMBOK FM,MATARAM — Gagasan pembentukan lembaga pengayoman, perlindungan, sekaligus wadah pengembangan keilmuan bagi anggota Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) dan Ikatan Notaris Indonesia (INI) wilayah Nusa Tenggara Barat kian menguat. Wacana tersebut mencuat dalam forum internal organisasi sebagai respons atas kebutuhan pendampingan dan peningkatan kapasitas anggota di tengah kompleksitas profesi yang terus berkembang.
Sekretaris DKW INI NTB, Dewa Ayu Gracia Guana Murti, S.H., M.Kn., menegaskan pentingnya percepatan realisasi lembaga tersebut. Menurutnya, konsolidasi dan penyusunan konsep tidak harus menunggu agenda resmi berskala besar. Momentum yang ada, termasuk waktu akhir pekan, dinilai dapat dimanfaatkan untuk mematangkan rancangan kelembagaan.
Dukungan juga datang dari Ketua IPPAT NTB, Dr. Saharjo, S.H., M.Kn., M.H. Ia menyatakan prinsipnya sejalan dengan pembentukan lembaga tersebut, sepanjang dirumuskan secara matang dan tetap berada dalam koridor organisasi. Menurutnya, kebutuhan akan penguatan kelembagaan internal sudah mendesak dan memerlukan langkah konkret.
Senada dengan itu, Ketua DKW INI NTB, Hamzan Wahyudi, S.H., M.Kn., menyambut gagasan tersebut secara optimistis. Ia menilai pembahasan dapat dilakukan dalam suasana yang lebih cair agar ide-ide berkembang lebih terbuka dan solutif. Suasana kebersamaan, menurutnya, kerap melahirkan pemikiran yang lebih jernih dalam merumuskan langkah strategis organisasi.
Sejumlah pengurus mengusulkan pembentukan tim perumus gabungan IPPAT dan INI NTB sebagai langkah awal. Tim ini nantinya bertugas menyusun konsep kelembagaan, dasar hukum, struktur organisasi, hingga mekanisme kerja, termasuk standar operasional prosedur dalam pendampingan anggota. Alternatif pembentukan badan tersendiri melalui akta notaris juga menjadi opsi yang tengah dikaji secara serius.
Penguatan kelembagaan dinilai penting seiring meningkatnya tuntutan profesionalisme notaris dan PPAT, baik dari sisi regulasi, pengawasan etik, maupun ekspektasi publik. Dengan adanya lembaga khusus, diharapkan anggota memperoleh pendampingan yang proporsional sekaligus ruang pengembangan kompetensi berkelanjutan.
Meski pembahasan berlangsung dalam suasana hangat, para pengurus menegaskan bahwa inisiatif ini sepenuhnya diarahkan untuk kepentingan anggota IPPAT dan INI NTB. Keputusan resmi ditargetkan dapat diambil setelah konsep final dirampungkan dalam waktu dekat.








