Dapur MBG Abata Perketat Standar Kesehatan, Pastikan Keamanan Pangan dan Kepercayaan Publik
dibaca 13 kali
RADIO LOMBOK FM,Mataram — Dapur MBG Abata mengambil langkah tegas dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan dengan menerapkan standar higienitas yang ketat. Seluruh calon staf dan relawan yang telah lolos tahap administrasi diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh sebelum terlibat dalam operasional dapur.
Sebanyak 40 peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi diarahkan untuk melakukan tes kesehatan di rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta. Pemeriksaan tersebut mencakup tes kesehatan umum, uji bebas narkoba, serta skrining penyakit menular seperti hepatitis, sifilis, dan HIV/AIDS.
Kebijakan ini menunjukkan komitmen Dapur MBG Abata dalam menerapkan standar pengelolaan yang sejalan dengan praktik industri pangan modern. Setiap individu yang terlibat dalam proses pengolahan makanan dipastikan berada dalam kondisi sehat dan layak sebagai penjamah makanan.
Mitra Badan Gizi Nasional (BGN), Salsabila Faradina Tasya, menegaskan bahwa higienitas merupakan aspek mendasar dalam membangun dapur yang profesional dan terpercaya.
“Standar higienitas di Dapur MBG Abata kami terapkan secara ketat. Seluruh calon staf dan relawan wajib menjalani skrining kesehatan menyeluruh. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami agar makanan yang dihasilkan aman dan layak dikonsumsi masyarakat,” ujarnya pada 15 April 2026.
Ia juga menjelaskan bahwa proses tersebut menjadi bagian awal dari sistem pengendalian mutu berlapis yang tengah disiapkan, termasuk langkah menuju sertifikasi Sanitasi Laik Higiene (SLHS) melalui Dinas Kesehatan.
Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan pangan, langkah ini dinilai strategis untuk menjaga kepercayaan publik. Terlebih, produk makanan dari dapur ini ditujukan bagi kelompok rentan, termasuk anak-anak.
“Kepercayaan masyarakat dibangun dari hal-hal mendasar seperti kebersihan, kesehatan, dan kedisiplinan dalam proses. Karena itu, kami tidak membuka ruang kompromi dalam aspek higienitas,” tegas Salsabila.
Panitia menetapkan batas akhir pelaksanaan tes kesehatan pada Selasa, 21 April 2026. Peserta yang tidak dapat menunjukkan bukti hasil pemeriksaan hingga batas waktu tersebut akan dinyatakan gugur.
Melalui sistem seleksi yang ketat dan berlapis ini, Dapur MBG Abata tidak hanya fokus pada produksi makanan, tetapi juga membangun standar layanan pangan yang aman, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program yang dijalankan.








