Dari Sekolah untuk Sesama, Abata Lombok Galang Qurban Berbasis Kebersamaan
dibaca 8 kali
RADIO LOMBOK FM,Mataram — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, semangat kebersamaan tampak begitu kuat di lingkungan Sekolah Abata Lombok. Lembaga pendidikan yang mengusung nilai “mendidik dengan hati” ini kembali menggerakkan keluarga besarnya untuk menyukseskan program qurban tahun 2026.
Berdasarkan rekap sementara yang dirilis pada Kamis, 16 April 2026, partisipasi warga sekolah menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, kontribusi infaq qurban telah mencapai Rp13.957.500. Jumlah tersebut berasal dari unit KB-TK Abata II sebesar Rp12.747.500 serta SD Abata II yang menyumbang Rp1.210.000. Meski data masih terus diperbarui, antusiasme kebersamaan sudah terlihat nyata.
Program ini tidak sekadar berfokus pada pengumpulan dana, tetapi menjadi wadah pembelajaran nilai-nilai kehidupan. Orang tua, guru, hingga siswa terlibat aktif dalam satu gerakan kolektif yang menanamkan makna berbagi, kepedulian, dan kebersamaan.
Ketua Panitia Hari Raya Qurban Abata Lombok, Bunda Ricca Veronica, S.Pd.,Gr., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah.
“Kami ingin anak-anak belajar langsung tentang arti berbagi dan kepedulian. Qurban bukan hanya ibadah, tetapi juga pengalaman hidup yang membentuk karakter,” ungkapnya.
Tahun ini, Sekolah Abata Lombok menargetkan penghimpunan qurban sebanyak 9 ekor sapi dan 36 ekor kambing. Target tersebut mencerminkan optimisme sekaligus komitmen kuat seluruh elemen sekolah dalam memperluas manfaat program.
Tidak hanya untuk internal, daging qurban yang terkumpul nantinya juga akan disalurkan kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan. Hal ini menjadi bagian dari peran aktif Abata sebagai lembaga pendidikan yang turut memberikan dampak sosial di lingkungannya.
Selama ini, Sekolah Abata Lombok dikenal konsisten menghadirkan program-program yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga kepedulian sosial dan lingkungan. Qurban menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi tersebut.
Pembina Sekolah Abata Lombok, Saharjo, menekankan pentingnya nilai kebersamaan dalam setiap gerakan kebaikan.
“Kekuatan kita bukan terletak pada jumlah, tetapi pada kebersamaan. Ketika semua bergerak dalam satu tujuan, keberkahan akan mengalir tanpa batas. Qurban ini adalah bagian dari upaya membangun generasi yang peduli dan berjiwa besar,” ujarnya.
Dengan semangat gotong royong yang terus tumbuh, keluarga besar Sekolah Abata Lombok optimistis target qurban tahun ini dapat tercapai. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai kemanusiaan yang akan terus melekat dalam diri setiap siswa.
Di lingkungan Abata, kebersamaan tidak hanya menjadi semboyan, tetapi telah menjelma menjadi budaya yang hidup dan menginspirasi.








