Guru ABATA Lombok Siap Hadapi Era Digital dengan Pendekatan Humanis dan Berkarakter
dibaca 10 kali
RADIO LOMBOK FM,Mataram — Transformasi pendidikan berbasis digital terus berkembang pesat, menuntut dunia pendidikan untuk beradaptasi tanpa kehilangan jati diri. Di tengah perubahan tersebut, guru-guru Sekolah ABATA Lombok menunjukkan kesiapan mereka dalam menyongsong era digital dengan mengedepankan nilai adaptif, humanis, dan tetap berkarakter.
Melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran, para pendidik mendapatkan penguatan dalam memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari proses belajar mengajar. Program Papan Interactive Digital (PID) yang diinisiasi pemerintah menjadi salah satu langkah konkret dalam mendorong percepatan pembelajaran berbasis teknologi di kelas.
Di lingkungan ABATA Lombok, pemanfaatan teknologi tidak dijadikan sebagai pusat pembelajaran, melainkan sebagai alat bantu yang mendukung interaksi dan kualitas pembelajaran. PID dimanfaatkan sebagai media interaktif yang efektif, dengan durasi penggunaan maksimal 15 menit per kelas setiap harinya. Bahkan, untuk sekolah dengan jumlah peserta didik yang besar serta dukungan listrik yang memadai, penambahan perangkat PID juga menjadi perhatian.
Namun demikian, pihak sekolah menegaskan bahwa esensi digitalisasi tidak semata terletak pada penggunaan perangkat, melainkan pada kualitas guru sebagai penggerak utama pembelajaran. Guru dituntut mampu merancang pembelajaran berbasis TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge), yakni memadukan aspek teknologi, pedagogi, dan materi ajar secara seimbang.
Selain itu, pemanfaatan Platform Rumah Pendidikan juga menjadi bagian penting dalam mendukung proses belajar. Melalui fitur Ruang Guru dan Ruang Murid, para pendidik dan siswa dapat mengakses berbagai perangkat ajar, pelatihan mandiri, hingga sumber belajar interaktif yang relevan.
Pendekatan pembelajaran berbasis deep learning turut diterapkan di ruang kelas. Modul ajar disusun tidak hanya mengacu pada kurikulum, tetapi juga disesuaikan dengan kondisi nyata lingkungan siswa, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual, relevan, dan bermakna.
Wawancara yang dilakukan di lingkungan Sekolah ABATA Lombok pada Kamis (15/4/2026) mencerminkan semangat perubahan yang hangat dan optimis dari para pendidik.
Kepala TK IT Abata Lombok, Ina Fitriana, menegaskan bahwa kesiapan guru menjadi faktor kunci dalam keberhasilan transformasi digital di dunia pendidikan.
“Digitalisasi adalah keniscayaan. Namun yang terpenting adalah bagaimana guru mampu mengendalikan teknologi, bukan sebaliknya. Di Abata, kami memastikan guru tidak hanya unggul secara digital, tetapi juga kuat secara hati dan visi pendidikan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Pembina Sekolah Abata Lombok, Saharjo. Ia menekankan bahwa arah digitalisasi harus tetap berlandaskan nilai-nilai pendidikan.
“Teknologi hanyalah alat. Masa depan pendidikan ditentukan oleh guru. Ketika guru memiliki nilai yang kuat, strategi yang tepat, dan ketulusan dalam mendidik, maka teknologi akan menjadi kekuatan besar. Sebaliknya, tanpa arah yang jelas, secanggih apa pun teknologi tidak akan memberi makna,” tegasnya.
Ia menambahkan, digitalisasi di ABATA Lombok bukanlah tujuan akhir, melainkan jembatan menuju pendidikan yang lebih hidup, bermakna, dan memanusiakan manusia.
Di tengah derasnya arus perubahan, ABATA Lombok memilih pendekatan yang seimbang mengintegrasikan kemajuan teknologi dengan kekuatan nilai. Sebuah langkah yang menegaskan bahwa masa depan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan alat, tetapi oleh kualitas manusia yang menggunakannya.








