Published On: Mon, Apr 13th, 2026

Dari Lahan Kering ke Panen Berlimpah, Kisah Sukses Kebun Kopi di Segala Anyar

dibaca 37 kali

RADIO LOMBOK FM,Lombok Tengah — Desa Segala Anyar dikenal sebagai wilayah yang subur dengan beragam komoditas pertanian. Salah satu yang kini mulai menunjukkan hasil menjanjikan adalah budidaya kopi jenis arabika dan robusta di Kebon Kupi Langan Dadih, Dusun Kadik II.

Kebun kopi milik Amaq Rasip ini berdiri di atas lahan seluas 12 are dan telah ditanami sejak empat tahun lalu. Saat ini, sekitar 300 pohon kopi yang tumbuh di lahan tersebut telah memasuki masa panen. Menariknya, panen tahun ini menjadi yang terbanyak sejak awal penanaman.

Amaq Rasip (60) mengaku, hasil yang diraih saat ini merupakan buah dari ketekunan dan kerja kerasnya dalam merawat tanaman kopi. Ia tidak hanya fokus pada perawatan, tetapi juga terus belajar dan melakukan berbagai inovasi, terutama dalam menyesuaikan kondisi lingkungan lahan yang terbatas air.

“Ini hasil dari proses panjang. Alhamdulillah, di tahun keempat ini hasilnya jauh lebih baik,” ujarnya.

Sebelum menekuni kopi, Amaq Rasip sempat mencoba berbagai komoditas lain seperti pisang dan pepaya. Namun hasilnya belum maksimal. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk mencoba menanam kopi, meski saat itu belum banyak petani di wilayahnya yang mengembangkan jenis tanaman tersebut.

Kini, selain mengelola kebun sendiri, Amaq Rasip juga mulai menyediakan bibit kopi arabika bagi petani lain yang tertarik mengikuti jejaknya.

Kepala Desa Segala Anyar, Ahmad Zaini, menyampaikan bahwa wilayahnya memiliki potensi besar di sektor pertanian, khususnya pada lahan kering dan tadah hujan. Menurutnya, keberhasilan Amaq Rasip menjadi bukti bahwa kopi arabika dan robusta dapat tumbuh dengan baik meski dalam keterbatasan.

“Dengan lahan terbatas dan tantangan air, beliau mampu membuktikan kopi bisa tumbuh subur dan menghasilkan, berdampingan dengan komoditas lain seperti melon, semangka, cabai, tomat, dan bawang,” jelasnya.

Pemerintah desa pun terus mendorong pengembangan pertanian terpadu dan berkelanjutan. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan kelompok petani muda, berbagai upaya dilakukan, termasuk pengembangan pupuk organik dari kotoran hewan ternak seperti sapi, kambing, dan ayam.

Selain itu, Desa Segala Anyar juga menjalin kerja sama dengan Wakai Farm Jepang untuk pengembangan budidaya sayuran organik. Ke depan, direncanakan pembangunan greenhouse guna mendukung peningkatan produksi dan kualitas hasil pertanian.

Dengan berbagai potensi dan inovasi yang terus dikembangkan, Desa Segala Anyar optimistis mampu menjadi salah satu sentra pertanian unggulan yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah