Wabup Nursiah: Kejelasan Pengelolaan Bukit Seger Kunci Kenyamanan Wisatawan
dibaca 1 kali
RADIO LOMBOK FM,PRAYA — Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H. M. Nursiah, S.Sos., M.Si., angkat bicara terkait keluhan wisatawan yang sempat viral di media sosial saat berkunjung ke kawasan wisata Bukit Seger, Kuta, Lombok Tengah.
Menanggapi persoalan tersebut, Wabup Nursiah menegaskan pentingnya musyawarah dan koordinasi antara seluruh unsur terkait, termasuk masyarakat sekitar maupun pihak yang selama ini mengelola kawasan wisata tersebut. Menurutnya, pengelolaan destinasi wisata harus dilakukan secara baik agar mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang datang berkunjung.
“Perlu ada musyawarah bersama unsur terkait dan tentu masyarakat sekitar maupun pihak yang mengelola tempat tersebut. Tujuannya agar pengelolaan kawasan wisata dapat berjalan dengan baik serta mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi para wisatawan,” ujar Nursiah.
Ia menambahkan, sebelum mengambil langkah lebih lanjut, perlu dipastikan terlebih dahulu pihak yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan kawasan wisata tersebut. Kejelasan kewenangan dinilai penting agar hak dan kewajiban masing-masing pihak dapat diatur secara jelas.
Menurutnya, apabila status pengelolaan sudah jelas, maka berbagai aspek yang berkaitan dengan pengelolaan kawasan, termasuk persoalan pungutan kepada pengunjung, dapat diatur melalui mekanisme dan regulasi yang tepat.
“Yang perlu kita ketahui terlebih dahulu adalah siapa yang memiliki kewenangan mengelola kawasan tersebut. Jika sudah jelas, tentu akan ada hak dan kewajiban yang melekat. Terkait adanya pungutan, nantinya harus diatur melalui aturan yang jelas sehingga masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung merasa aman dan nyaman,” jelasnya.
Wabup Nursiah berharap persoalan yang mencuat di media sosial dapat menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperbaiki tata kelola destinasi wisata di Lombok Tengah. Dengan pengelolaan yang baik dan teratur, sektor pariwisata diharapkan semakin berkembang serta memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengurangi kenyamanan para wisatawan yang datang menikmati keindahan daerah tersebut.








