Tak Hanya Deru Mesin, MotoGP 2026 di Mandalika Dijaga dari Langit hingga Darat
dibaca 1 kali
RADIO LOMBOK FM,LOMBOK TENGAH — Kurang dari sebulan menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, berbagai persiapan terus dipacu di Pertamina Mandalika International Circuit. Kesiapan pengamanan, mitigasi keadaan darurat, pemantauan cuaca hingga pembenahan lintasan balap menjadi fokus utama demi memastikan ajang balap motor dunia tersebut berlangsung sukses.
Berbagai langkah persiapan itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Teknis Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 bersama stakeholder dan trackside area yang berlangsung di VIP Deluxe Pertamina Mandalika International Circuit, The Mandalika, Kamis (17/9/2026).
Kepala Kantor Basarnas Mataram, M. Hariyadi, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai skenario penanganan keadaan darurat selama pelaksanaan MotoGP. Basarnas akan memperkuat koordinasi dengan Polda NTB dan Korem 162/Wira Bhakti untuk memastikan respons cepat apabila terjadi kondisi yang memerlukan tindakan penyelamatan.
Menurutnya, sinergi lintas instansi menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran dan keamanan penyelenggaraan event internasional tersebut.
“Sinergi antarinstansi menjadi faktor penting agar setiap potensi keadaan darurat dapat ditangani secara cepat dan tepat,” ujarnya.
Selain kesiapsiagaan personel dan sistem penyelamatan, kondisi cuaca juga menjadi perhatian serius menjelang pelaksanaan MotoGP. Kepala BMKG Meteorologi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Tri Widiarto, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sistem pemantauan cuaca secara real-time di kawasan Pertamina Mandalika International Circuit dan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid.
Pemantauan tersebut didukung berbagai perangkat observasi modern seperti Automatic Weather Station (AWS), Automatic Weather Observing System (AWOS), dan radar cuaca yang memungkinkan informasi kondisi atmosfer diperoleh secara cepat dan akurat.
“Kami terus memantau perkembangan cuaca dan memastikan informasi yang dibutuhkan penyelenggara maupun pihak terkait dapat tersampaikan secara cepat,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, berharap penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dapat berlangsung lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, pengalaman selama beberapa kali menjadi tuan rumah MotoGP harus menjadi modal untuk meningkatkan kualitas pelayanan, keamanan, kenyamanan penonton, dan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Iqbal menegaskan bahwa MotoGP bukan hanya ajang olahraga balap kelas dunia, tetapi juga kesempatan besar untuk memperkuat citra NTB dan The Mandalika sebagai destinasi unggulan di tingkat internasional.
Di sisi lain, kawasan Pertamina Mandalika International Circuit juga terus dipercantik menjelang kedatangan para pembalap, kru, ofisial, dan ribuan penonton dari berbagai negara. Sejumlah pekerjaan pemeliharaan dan pembenahan dilakukan di berbagai titik kawasan sirkuit untuk memastikan seluruh fasilitas berada dalam kondisi terbaik.
Pembenahan tidak hanya menyasar area pendukung, tetapi juga lintasan balap. Garis-garis lintasan dan marka sirkuit kembali dicat serta diperbarui guna memenuhi standar penyelenggaraan balap internasional. Penataan area trackside dan fasilitas penunjang lainnya juga terus dilakukan agar Mandalika tampil maksimal saat menjadi sorotan dunia.
Dengan kolaborasi seluruh stakeholder, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, Basarnas, BMKG, penyelenggara hingga pengelola kawasan, Mandalika terus memantapkan diri untuk menyambut perhelatan MotoGP 2026 dan kembali menghadirkan pengalaman terbaik bagi peserta maupun pengunjung dari berbagai belahan dunia.








