Sekolah Abata Lombok Luncurkan Sekolah Lansia dan Sekolah Siaga Kependudukan
dibaca 42 kali
RADIO LOMBOK FM,Mataram, Rabu 4 Maret 2026 — Sekolah Abata Lombok menerima kunjungan Pembina wilayah Ampenan Utara dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Erlya Ningsih, S.Sos. Kunjungan ini dirangkaikan dengan sosialisasi Program Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak) dan PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja), sekaligus launching Sekolah Lansia Abata serta deklarasi Sekolah Abata Siaga Kependudukan.
Dalam paparannya, Erlya Ningsih menegaskan bahwa Program Tamasya bertujuan memperkuat pola asuh berbasis kasih sayang dan perlindungan anak di lingkungan pendidikan. Sementara itu, PIK-R menjadi wadah strategis dalam membangun literasi kependudukan, kesehatan reproduksi, serta kepemimpinan remaja agar tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan bertanggung jawab.
Momentum ini semakin istimewa dengan diluncurkannya Sekolah Lansia Abata, sebuah program pendidikan nonformal bagi warga lanjut usia yang berfokus pada edukasi kesehatan, penguatan spiritualitas, kemandirian, serta peran sosial dalam keluarga. Di saat yang sama, Abata juga resmi mendeklarasikan diri sebagai Sekolah Siaga Kependudukan, yang mengintegrasikan isu kependudukan, ketahanan keluarga, dan perencanaan masa depan ke dalam kurikulum dan kegiatan sekolah.
Pernyataan Pembina Konsorsium Yayasan
Dalam sambutannya, Dr. Saharjo, S.H., M.Kn., M.H., selaku Pembina Konsorsium Yayasan Pengelola Pendidikan Abata Lombok, menyampaikan:
“Alhamdulillah, hari ini menjadi momentum strategis bagi Abata. Kehadiran BKKBN bukan sekadar kunjungan kelembagaan, tetapi langkah kolaboratif membangun kesadaran kependudukan sejak dini.
Launching Sekolah Lansia Abata menegaskan bahwa pendidikan adalah proses sepanjang hayat. Kami ingin menghadirkan ekosistem pendidikan lintas generasi dari anak usia dini, remaja, orang tua, hingga lansia karena keluarga yang kuat adalah fondasi peradaban.
Deklarasi Sekolah Abata Siaga Kependudukan adalah komitmen kami untuk menyiapkan generasi yang memahami perencanaan masa depan, tanggung jawab keluarga, serta peran strategis dalam menyongsong bonus demografi Indonesia.
Abata tidak hanya ingin mencetak siswa berprestasi, tetapi membangun ketahanan keluarga dan kesadaran sosial sebagai investasi jangka panjang bangsa.”
Dengan sinergi ini, Sekolah Abata Lombok semakin mengukuhkan diri sebagai institusi pendidikan berbasis karakter dan kependudukan di Nusa Tenggara Barat, yang berorientasi pada pembangunan manusia seutuhnya dari hulu hingga hilir kehidupan.








