Salah Paham Dana kerohiman PT. ITDC Dua Kampung Nyaris Bentrok
dibaca 1,593 kali
RADIO LOMBOK FM,Lombok Tengah – Akibat sengketa lahan, di kawasan Mandalika Resort dua desa di kecamatan Pujut Lombok Tengah minggu malam 21/05/2017 nyaris terjadi bentrok antar kampung. Warga sudah siap-siap dengan membawa parang tombak dan senjata tajam lainya untuk saling serang.
Warga dari dua desa yaitu desa Rambitan dan Sengkol kecamatan Pujut, nyaris saling serang karena dipicu atas tindakan kades setempat yang diduga melakukan pemukulan kepada warga desa lainya yang tengah bertandang kerumahnya untuk menyelesaikan persoalan lahan yang akan diberikan uang kerohiman oleh PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).
Menurut saksi mata di tempat kejadian yang tidak bersedia disebut namanya Kronologisnya dimulai Sekitar 17.30 wita saudara Lalu Samadi alias Kepek dan 4 orang temannya warga Desa Rembitan datang kerumah kades Sengkol Lalu Tanauri tujuan mau membicarakan masalah lahan titik 07 Bukit meresek dan pak kades menerima ke 5 orang tersebut dengan baik. Tak lama kemudian sekitar 15 orang warga dusun Singgah Desa Sukadane datang kerumah pak Kades dengan tujuan menanyakan hal yg sama.
Pada saat pertemuan saudara Zul menanyakan kepada Kades dari mana asal usul mempunyai tanah di bukit meresek dengan nada yg agak keras sehingga Kades tidak terima dengan penyampaian Zul dan terjadi perdebatan antara kades dengan Zul.
Setelah terjadinya perdebatan Kades langsung mengusir Zul dan kawan- kawanya untuk pulang dan pada saat itu juga Zul menantang Kades Untuk berkelahi dan mengatakan kata- kata kotor. Karena tidak terima dengan penyampaian Kades.
Pada saat Zul keluar dari rumah tiba- tiba Lalu Har (Anak Kades Sengkol) marah karena tidak terima dengan perkataan Zul yg telah memaki orang tuanya. Setelah itu terjadilah perkelahian yang mengakibatkan Zul mengalami luka Robek di pelipis terkena hantaman batu oleh Lalu Har.
Setelah kejadian tersebut Zul dan kawan kawan pulang kerumah masing masing untuk memberitahukan keluarganya bahwa telah terjadi perkelahian dengan lalu Har ke Desa Rembitan dan desa Sukadana sehingga beberapa waktu kemudian 50 warga desa rambitan dan sukedane mendatangi kepala desa sengkol untuk melakukan penyerangan namun berhasil dihalau oleh satu peleton Brimob Polda NTB.
Kepala desa sengkol yang dikonfirmasi Lalu Tanauri membantah jika dirinya melakukan pemukulan.
” Bagaimana mungkin kami melakukan pengeroyokan kan orang yang datang 30 orang kerumah saya, kan aneh ini”, tegas Lalu Tanauri
Lalu Tanauri juga menambahkan ” jika hasil yang diputuskan di bukit meresek titik 07 itu merupakan hasil yang mengacau kepada hasil kesepakan dari produk hukum kades terdahulu” ungkap Tanauri
Sementara itu kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP. Rafles Girsang belum bisa memberikan keterangan resmi terkait persoalan ini.
Kondisi didesa sengkol hingga saat ini masih mencekam satuan brimob polda NTB masih berjaga-jaga di perbatasan dua desa guna mengantisipasi serangan susulan.|003|004|











