ITDC Koordinasikan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kampung Adat Sasak Sade
dibaca 1 kali
RADIO LOMBOK FM,THE MANDALIKA – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus memperkuat dukungan penanganan darurat pascakebakaran yang melanda Kampung Adat Sasak Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, pada Sabtu malam (22/8/2026).
Berdasarkan data sementara, musibah tersebut berdampak pada sedikitnya 75 unit rumah warga serta sejumlah fasilitas umum dan sarana pendukung pariwisata di kawasan destinasi budaya yang menjadi salah satu ikon wisata Nusa Tenggara Barat itu.
Sejak malam kejadian hingga Selasa (25/8/2026), ITDC aktif terlibat dalam upaya tanggap darurat dengan mengerahkan berbagai sumber daya dan menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak. Dalam penanganan lanjutan, ITDC juga dipercaya menjadi koordinator atau person in charge (PIC) penyaluran bantuan kebakaran Kampung Adat Sasak Sade guna mengoordinasikan dukungan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan berbagai pihak lainnya.
Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekaligus komitmen untuk bergotong royong bersama pemerintah dalam mempercepat pemulihan pascabencana.
“Sejak malam kejadian kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan unsur terkait untuk mendukung proses penanganan. Saat ini fokus kami adalah memastikan bantuan dari berbagai pihak, termasuk 32 BUMN yang beroperasi di NTB, dapat tersalurkan secara tepat sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Pada malam kebakaran, ITDC langsung mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dan tiga unit mobil tangki air untuk membantu proses pemadaman api. Keesokan harinya, bantuan darurat berupa 700 paket makanan siap saji, air mineral, alas tidur, serta kebutuhan bayi mulai didistribusikan kepada warga terdampak.
Memasuki tahap berikutnya, ITDC kembali menyalurkan bantuan berupa 45 unit kasur lipat, 50 selimut, 240 paket kebutuhan sanitasi perempuan, serta 240 popok bayi guna mendukung kebutuhan pengungsi selama masa tanggap darurat.
Dukungan juga mengalir dari sejumlah BUMN. PT PLN (Persero) menyalurkan 150 paket sembako beserta kebutuhan pokok lainnya. Sementara PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memberikan bantuan berupa kasur lipat, selimut, karpet tidur, air mineral, bahan pangan, dan perlengkapan ibadah. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk turut menyerahkan bantuan berupa bahan makanan, air mineral, perlengkapan mandi, pakaian layak pakai, dan berbagai kebutuhan lainnya.
Solidaritas juga datang dari komunitas dan pelaku usaha di kawasan The Mandalika. Komunitas Bazaar Mandalika telah menyalurkan bantuan tahap pertama berupa bantuan tunai, kebutuhan pangan, pakaian, perlengkapan bayi, hingga kebutuhan kebersihan. Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Wakil Bupati Lombok Tengah bersama Kepala Desa Rembitan.
Selain itu, Sapo Development, salah satu investor di kawasan The Mandalika, menyatakan komitmennya untuk memberikan bantuan senilai Rp2 miliar sebagai bentuk dukungan terhadap proses pemulihan Kampung Adat Sasak Sade.
Troy mengapresiasi seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian dan bergerak bersama membantu warga terdampak.
“Kolaborasi antara BUMN, investor, komunitas, tenant, dan masyarakat menjadi bukti bahwa pengembangan kawasan The Mandalika berjalan seiring dengan kepedulian terhadap masyarakat di sekitarnya,” katanya.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama Pemerintah Provinsi NTB telah membentuk Posko Tanggap Darurat yang berlokasi di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Rembitan. Posko tersebut dipimpin oleh Kepala BPBD Lombok Tengah dan didukung dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga selama masa darurat.
Selain merusak 75 rumah warga, kebakaran juga berdampak pada berbagai fasilitas lainnya, antara lain satu masjid, empat berugak sekenam besar, enam berugak sekepat, 69 artshop, Bale Beleq, toilet umum wisatawan, gerbang Desa Adat Sade, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya.
ITDC menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan bantuan yang dihimpun dapat disalurkan sesuai kebutuhan aktual masyarakat.
“Prioritas utama saat ini adalah masyarakat Kampung Adat Sasak Sade. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban warga dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam proses pemulihan pascabencana,” tutup Troy Warokka.








