Saharjo Ungkap Kebanggaannya Menjadi Bagian dari Ajaran Setia Hati, Nilai Luhur yang Menuntun Langkah Hidup
dibaca 11 kali
RADIO LOMBOK FM,Lombok — Dalam suasana penuh kehangatan dan refleksi, Saharjo, tokoh pendidikan sekaligus pimpinan Setia Hati Terate Nusa Tenggara Barat, menyampaikan ungkapan hati yang mendalam tentang kebanggaannya menjadi bagian dari ajaran Setia Hati. Bukan sekadar identitas organisasi, menurutnya, ajaran Setia Hati adalah cahaya yang menuntun perjalanan hidup.
Dengan suara yang tenang namun penuh makna, Saharjo mengatakan bahwa ajaran Setia Hati telah menjadi rumah batin yang membimbingnya dari masa muda hingga kini memimpin ribuan siswa dan tenaga pendidik. “Kebanggaanku menjadi bagian dari ajaran Setia Hati bukan hanya karena nama besar perguruan, tetapi karena nilai-nilai yang menghidupkan jiwa. Dari sini aku belajar untuk tetap rendah hati saat diberi kedudukan, dan tetap kuat saat diuji,” tuturnya.
Ia menggambarkan ajaran Setia Hati sebagai pelita dalam setiap persimpangan keputusan, terutama saat mengembangkan berbagai bidang pengabdian mulai dari pendidikan, sosial, hingga kemasyarakatan. “Setia Hati mengajarkan bahwa kekuatan terbesar bukan pada tangan, tetapi pada hati yang bersih. Di sanalah sumber keberanian, ketulusan, dan keikhlasan,” lanjutnya dengan mata yang tampak berkaca-kaca.
Saharjo menambahkan bahwa kebanggaan itu semakin dalam ketika ia melihat bagaimana ajaran Setia Hati menyatukan banyak orang, lintas usia dan latar belakang, dalam satu nilai sakral: persaudaraan. “Setiap kali saya melihat saudara-saudara satu perguruan saling merangkul, saya merasakan bahwa kita tidak hanya berlatih silat kita sedang merawat kemanusiaan,” ungkapnya.
Dalam dunia pendidikan yang ia bina, nilai-nilai Setia Hati ia tanamkan sebagai fondasi utama. Ia berharap setiap anak tumbuh bukan hanya cerdas, tetapi juga berkarakter mulia. “Jika anak-anak kita tumbuh dengan hati yang jujur, welas asih, dan setia pada kebenaran, maka kita telah memenangkan kehidupan,” kata Saharjo.
Di akhir pernyataannya, ia menegaskan kembali makna terdalam dari ajaran yang ia banggakan: “Menjadi bagian dari Setia Hati adalah anugerah.











