Published On: Sat, Mar 7th, 2026

Saharjo: Kunci Kemajuan Bangsa Ada pada Kualitas SDM, Abata Siapkan Generasi Mandiri

dibaca 19 kali

RADIO LOMBOK FM,Mataram — Pembina Konsorsium Yayasan Pengelola Pendidikan Abata Lombok, Saharjo, menilai bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang mampu mengelola kekayaan alam yang melimpah. Menurutnya, Indonesia sebenarnya tidak kekurangan sumber daya, melainkan perlu mematangkan kualitas manusianya agar dapat memanfaatkan potensi tersebut secara optimal.

Saharjo mengatakan, apabila masyarakat memiliki sikap jujur, disiplin, serta semangat kerja keras, maka potensi kekayaan alam Indonesia akan dengan mudah membawa bangsa ini menuju kemakmuran.

Ia juga mengingatkan ungkapan yang populer dalam lagu anak-anak Indonesia, “tongkat kayu dan batu jadi tanaman”, yang menggambarkan kesuburan alam Nusantara. Menurutnya, ungkapan tersebut mencerminkan besarnya potensi yang dimiliki Indonesia, mulai dari tanah yang subur, laut yang luas, hingga hutan yang kaya.

Potensi tersebut, kata Saharjo, juga sangat terlihat di Pulau Lombok. Ia menyebut Lombok memiliki tanah yang subur, kekayaan laut, pemandangan pegunungan yang indah, serta budaya masyarakat yang kuat.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa kekayaan alam hanya akan membawa manfaat jika dikelola oleh manusia yang memiliki integritas dan karakter yang baik.

Menurut Saharjo, persoalan utama yang sering dihadapi bukanlah kekurangan sumber daya, melainkan kualitas manusia yang mengelolanya. Tanpa karakter yang kuat, kekayaan alam justru berpotensi menimbulkan berbagai persoalan.

Karena itu, ia menilai pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk generasi yang berkualitas. Sekolah, kata dia, tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter dan peradaban.

Dalam upaya tersebut, Abata Lombok menyiapkan sejumlah langkah nyata untuk membangun generasi yang kuat dan mandiri. Salah satunya dengan menanamkan nilai-nilai karakter sejak usia dini, seperti kejujuran, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta sikap saling menghormati.

Selain itu, siswa juga dilatih untuk mandiri dengan membangun keberanian mengambil inisiatif, bertanggung jawab, serta mampu menghadapi tantangan kehidupan.

Abata juga mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan melalui gerakan “Satu Siswa Satu Usaha.” Program ini bertujuan agar para siswa tidak hanya bercita-cita menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan membuka lapangan pekerjaan.

Di samping itu, berbagai kegiatan sosial juga menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk menumbuhkan kepedulian dan semangat berbagi di kalangan siswa.

Saharjo menambahkan, siswa juga didorong untuk mengenali serta memanfaatkan potensi daerahnya, termasuk sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif yang berkembang di Lombok.

Menurutnya, jika pendidikan mampu melahirkan generasi yang berkarakter kuat dan mandiri, maka kekayaan alam Indonesia dapat benar-benar menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat.

“Indonesia adalah negeri yang kaya. Lombok juga dianugerahi alam yang subur dan indah. Tugas kita adalah menyiapkan manusia yang mampu mengelola semua potensi itu dengan baik,” ujarnya.

Ia berharap Abata dapat menjadi salah satu pusat lahirnya generasi masa depan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah