Published On: Tue, Feb 11th, 2020

Nelayan Di Lombok Tengah Tetap Tangkap Benih Lobster

dibaca 4,017 kali
Share This
Tags
RADIO LOMBOK FM,Lombok Tengah – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lombok Tengah mendesak Kementerian Kelautan dan Perikanan merevisi Permen KP No 56 tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan dari Indonesia.
 
Kepala DKP Kabupaten Lombok Tengah, Muhammad Kamrin, Senin (10/2) mengatakan, aturan yang melarang penangkapan benih lobster, kepiting dan rajungan tersebut bagai buah simalakama. Hal itu lantaran nelayan pada kenyataannya masih tetap menangkap benih lobster, kepiting dan rajungan meski dilarang pemerintah. Kalau pemerintah dan aparat  mau melakukan penertiban dan penangkapan, maka akan langsung berhadapan dengan masyarakat banyak.
 
“Dan ditunggu. Dulu kita akan lakukan penertiban. Tapi masyarakat sudah nunggu. Ini kan berat, menghadapi masyarakat. Artinya memang revisi Permen ini penting”,katanya.
 
Menurut dia, kalau Permen KP tersebut tetap dibiarkan tidak akan menyelesaikan masalah. Karena penangkapan masih tetap dilakukan dan hasilnya diselundupkan untuk dikirim ke luar negeri. Kenyataanya saat ini budidaya Lobster di Vietnam masih berjalan dan benihnya masih dikirim dari Indonesia terutama dari daerah NTB khususnya Lombok.
 
“Selama Permen KP ini ada itu tetap berjalan”,katanya.
 
Permen KP tersebut juga sangat kaku. Karena yang diatur dalam Permen tersebut adalah larangan menangkap benih lobster, kepiting dan rajungan. Artinya, kegiatan lain seperti budidaya tidak bisa dilakukan. Sehingga perlu direvisi. Pasalnya, potensi benih lobster di perairan pulau Lombok sangat besar, utamanya Lombok Tengah.
Kalau Permen KP ini nantinya direvisi, diharapkan benih lobster tidak lagi dikirim ke luar negeri apalagi diselundupkan ke Vietnam seperti yang terjadi selama ini.
 
Budidaya lobster bisa dilakukan di dalam negeri  atau di dalam daerah dengan menyiapkan infrastruktur pendukungnya.
 
“Karena kita tidak mungkin biarkan lobster ini tidak diapa-apakan. Vietnam berhasil melakukan budidaya. Kenapa kita tidak. Selama ini 80 persen benih lobster di Vietnam itu bersumber dari Indonesia”,katanya.
 
Pihaknya sudah menyampaikan dokumen pendukung kepada Kemen KP sebagai pertimbangan agar revisi Permen KP no 56 tahun 2016 yang saat ini sedang digodok bisa disetujui. (07/16).

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah