Published On: Tue, Nov 1st, 2022

Memahami Tumbuh Kembang Anak Melalui Program Parents Class

dibaca 22 kali
Share This
Tags

RADIO LOMBOK FM,MATARAM – Sekolah Abata Lombok secara aktif mengajak orang tua, untuk terus belajar sekaligus memahami tumbuh kembang sang buah hati, melalui program Parents Class.

“Ini adalah program yang digagas oleh sekolah untuk bersama-sama dengan orang tua, memahami dan memantau perkembangan anaknya,” terang Bunda Dani, selaku Kepala TK IT Abata I, pada Lombok Post Sabtu (30/10).

Diketahui, Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-kanak (TK) IT Abata Lombok, merupakan salah satu lembaga pendidikan di Mataram, yang menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik-Integratif (PAUD HI).

“Di dalamnya, lembaga pendidikan harus memberikan layanan menyeluruh untuk kebutuhan esensial anak,” jelasnya.

Mulai dari pendidikan yang mencakup berbagai program yang mendukung Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), pengawasan terhadap tumbuh kembang anak yang dilakukan oleh satuan pendidikan bersama instansi terkait, kesehatan dan gizi, dan terakhir layanan pengasuhan.

“Nah, kelas orang tua menjadi bagian dari layanan pengasuhan tersebut,” terangnya.

Kali ini, Parents Class mengangkat tema Mengenal Gejala Gagal Ginjal Pada Anak dan Cara Mencegahnya. Menghadirkan narasumber dr Ruth Daisy Suriadji merupakan dokter spesialisanak RS Siloam Mataram, yang diikuti puluhan orang tua atau wali murid.

Sekolah kerap mengusung materi yang memang harus diketahui orang tua, untuk kepentingan tumbuh kembang anak. Terutama di anak usia dini. Saat ini, orang tua dihadapkan pada situasi gelisah sekaligus kebingungan.

“Orang tua saat ini resah, gelisah bahkan bingung, ketika anaknya sakit, obat apa yang seharusnya diberikan, atau bagaimana penanganannya, tak jarang ada yang panik, apalagi dengan kejadian sekarang ini,” jelas dia.

Karenanya, Sekolah Abata Lombok sangat memahami kondisi yang dihadapi orang tua, sehingga mendatangkan narasumber yang berkaitan erat dengan situasi yang terjadi saat ini.

“Tentang fenomena penyakit gagal ginjal akut ini, sehingga mudah-mudahan apa yang telah disampaikan oleh ahlinya, berbagai pertanyaan dan keresahan orang tua, bisa terjawab,” harap Bunda Dani.

Kedepannya, Sekolah Abata Lombok akan terus menghadirkan tema lain dan tentu saja berkaitan dengan tumbuh kembang anak. Bagaimana pun, sekolah dan orang tua harus bekerja sama untuk itu.

“Apakah itu pembahasan yang sedang viral dan urjen, atau sebaliknya pun tetapi sangat diketahui oleh orang tua, kami dari pihak sekolah akan terus menghadirkan kelas orang tua ini,” pungkasnya.

Dokter spesialis anak RS Siloam Mataram sekaligus narasumber kegiatan dr Ruth Daisy Suriadji telah menjelaskan, mulai dari gejala hingga cara penanganan ketika anak sakit, yang mengarah ke gejala prodromal.

“Seperti demam, diare, muntah, batuk pilek sebelumnya yang kemudian diikuti dengan tidak adanya kencing, bisa segera menghubungi dokter yang biasa dikunjungi,” ujarnya.

Ini dilakukan untuk pemeriksaan lebih lanjut, apakah mengarah ke Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal Pada Anak (GgGAPA). Ia meminta, orang tua untuk tidak panik ketika dihadapkan dengan fenomena gagal ginjal akut pada anak. Kemenkes RI dan BPOM saat ini tengah bekerja keras untuk mengurus persoalan ini.

“Dari pihak IDAI (ikatan dokter anak Indonesia, Red), terutama di divisi nefrologi atau ginjal anak sedang bekerja keras menemukan penyebabnya dan melakukan cara penanganan atau tata laksana yang baik untuk anak-anak kita,” ungkapnya.

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah