Hujan Hancurkan Hati Petani Tembakau
dibaca 2,295 kali
RADIO LOMBOK FM Lombok Tengah-Ratusan hektare tanaman tembakau petani di Desa Mangkung Kecamatan Praya Barat Loteng rusak parah menyusul terjadinya hujan lebat dalam sepekan ini. Dampaknya, petani harus gigit jari, sebab mereka tidak bisa memetik hasil tanamannya lantaran tanaman itu membusuk.
Hal diungkapkan Kepala Desa Mangkung, Lalu Samsul Rijal, kemarin. Ia menegaskan, curah hujan menghancurkan harapannya tananam tembakau petani. Semestinya tahun ini mereka bisa memetik tanamannya untuk menutup kerugian tahun lalu. Ternyata rencana itu meleset sehingga selama dua tahun ini petani terus merugi.
“Sebelumnya gagal panen sekarang gagal tembakau untuk petani,” tegasnya 29/06/2016
Untuk itu, ia harapkan agar pemerintah untuk mencarikan solusinya, kebanyakan petani tembakau ini sudah frustasi, dikarenakan dua kali telah gagal panen.
“Kita harapkan pemerintah agar memberikan bantuan bibit bagi yang gagal panen ini. Agar mereka sedikit terbantu. Pasalnya tanaman tembakau mereka tidak bisa diselamatkan,” terangnya.
Ia menagku, ia takutkan dengan gagal panen yang sudah beruntun dua kali ini, akan membuat konflik dibawah seperti maraknya tindak pidana kriminalitas maupun perbuatan yang merugikan masyarakat lainnya.
Hal senada disampaikan, Kepala Desa Beleka, Kecamatan Praya Timur, Senang Haris, mengaku 90 persen petani sekarang menanam tembakau. Tetapi hingga sekarang mereka belum ada yang mengeluh dikarenakan mereka baru mulai menanam. Tetapi ia melihat dengan curah yang tinggi ini, para petani sekarang sudah mulai mencarikan solusi untuk mengantisipasinya. Diantaranya memperbesar saluran air disawahnya.
“Mereka sangat waspada kalau lihat hujan ini,” tuturnya. |003|024|









