Published On: Thu, Aug 27th, 2026

Dari Mimbar Maulid ke Meja Pengabdian, IPPAT NTB Serukan Amanah Tanpa Tawar

dibaca 1 kali

RADIO LOMBOK FM,MATARAM — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan semata, tetapi juga menjadi momentum refleksi untuk memperkuat nilai-nilai keteladanan dalam kehidupan profesional. Hal tersebut disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Nusa Tenggara Barat, Dr. Saharjo, S.H., M.Kn., M.H., pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, 25 Agustus 2026.

Menurut Saharjo, ajaran Rasulullah SAW yang tercermin dalam sifat shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah memiliki relevansi kuat dalam pelaksanaan tugas seorang PPAT. Nilai-nilai tersebut perlu diwujudkan dalam bentuk integritas, profesionalitas, keterbukaan, serta tanggung jawab dalam menjalankan kewenangan yang diberikan negara.

Ia menegaskan bahwa kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya diwujudkan melalui lantunan shalawat, tetapi juga melalui perilaku yang mencerminkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan profesi.

“Maulid Nabi harus menjadi pengingat bagi kita untuk meneladani akhlak Rasulullah. Bagi PPAT, amanah itu tercermin dari pelayanan yang jujur, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujar Saharjo.

Ia menjelaskan, posisi PPAT memiliki peran strategis karena berada di antara kepentingan negara, hukum pertanahan, investasi, dan masyarakat. Oleh sebab itu, setiap keputusan dan tindakan yang diambil harus dilakukan secara cermat dan penuh tanggung jawab agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Saharjo menilai bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik. Dengan menjadikan nilai-nilai keteladanan Rasulullah sebagai pedoman, PPAT dapat berkontribusi memperkuat kepastian hukum sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Melalui momentum Maulid Nabi, Pengurus Wilayah IPPAT NTB juga mengajak seluruh anggota untuk menjadikan peringatan ini sebagai sarana muhasabah profesi. Selain meningkatkan ibadah dan kecintaan kepada Rasulullah, para PPAT diharapkan terus memperbaiki kualitas pelayanan serta memperkuat komitmen terhadap keadilan dan kepastian hukum.

“Jabatan memang memberikan kewenangan, tetapi kehormatan lahir dari keteladanan. Karena itu, PPAT harus hadir sebagai penjaga kepastian hukum dan mitra masyarakat dalam memberikan rasa aman atas hak-haknya,” tegasnya.

IPPAT NTB memandang pesan Maulid Nabi sebagai ajakan sederhana namun mendalam: memperbanyak shalawat, meneladani akhlak Rasulullah dalam pekerjaan, serta menjaga amanah sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat dan bangsa.

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah