Published On: Sat, Dec 19th, 2015

Ditolak berhubungan Intim, Calon Suami Bunuh Diri

dibaca 1,375 kali
Share This
Tags

IlustrasiLOMBOK TENGAH, lombokfm.com – Hanya Gara-gara calon istri menolak berhubungan intim, calon suami yaitu BS seorang guru agama Hindu 45 Tahun warga Dusun Karang Kubu Desa Bilebante Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah bunuh diri.

AW 21 tahun, anak kandung korban menuturkan,pengantin perempuan GAA 22 tahun warga Cakranegara Utara,adalah seorang janda yang dikenal sekitar 1 bulan yang lalu,dan selanjutnya pada tanggal 05 November 2015 pengantin perempuan dilarikan, 3 hari kemudian di langsungkan acara sayut ketelun semacam prosesi agama Hindu.Setelah itu kejadian, hari Senin tanggal 14 Desember 2015 korban tidur sekamar dengan pengantin perempuan, saat itu korban sempat minta berhubungan intim namun di tolak oleh pengantin perempuan.

Selanjutnya pada hari Selasa tanggal 15 Desember 2015 sekitar pukul 05.00 wita korban bangun menuju kamar mandi, sekitar pukul 05.30 wita korban masuk lagi kedalam kamar, selang 5 menit kemudian korban keluar lagi menemui anaknya menyerahkan uang, karena merasa curiga,anak korban menanyakan kepada korban “apa yg bapak minum” kemudian dijawab oleh korban minum teh susu,namun dengan adanya aroma pembersih lantai dari mulut korban selanjutnya anaknya langsung memeluk korban dan melarikanya ke Rumah Sakit Tripat Gerung Lobar untuk mendapatkan perawatan, akan tetapi kondisi korban semakin melemah akibat banyaknya racun yangg masuk ke tubuhnya,jelasnya.

setelah mendapat perawatan selama 3 jam akhirnya korban dinyatakan meninggal dunia.Mengetahui sang calon suami meninggal dunia selanjutnya calon istri korban mencoba bunuh diri dengan cara membenturkan kepala di lantai dan menyayat tangannya dengan menggunakan pecahan gelas.

Berdasarkan inpormasi yang berhasil di himpun lombok fm, rencananya korban akan melangsungkan acara pernikahan pada hari Jumat tanggal 18 Desember 2015,akan tetapi calon pengantin perempuan ingin membatalkan acara pernikahan tersebut dengan alasan tidak ada rasa cinta dan tidak nyaman hidup berumah tangga dengan korban namun korban bersikeras untuk melangsungkan acara pernikahan tersebut.

Kapolres melalui Kasubag Humas AKP Mades Suparta saat dikompermasi membenarkan kejadian itu, saat ini BB berupa cairan pembersih lantai yang diminum korban sudah diamankan dan calon pengantin perempuan sudah dibawa ke Puskesmas Menemeng untuk mendapatkan perawanan karena mengalami luka memar dibagian Kening dan luka robek di bagian tangan.

“Setelah melakukan koordinasi dengan Kadus, Tokoh Masyarakat dan Keluarga Korban untuk keamanan sitkamtibmas di masyarakat maka pengantin perempuan dipulangkan ke pihak keluarganya,”tandasnya.|003|007|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah