Published On: Sat, Jan 25th, 2020

Kereta Gantung Magnet Baru Kunjungan Wisatawan ke Lombok Tengah

dibaca 616 kali
Share This
Tags

RADIO LOMBOK FM, Lombok Tengah – Bupati Kabupaten Lombok Tengah, H. Suhaili FT mengatakan, pembangunan kereta gantung ke Rinjani akan menjadi magnet baru kunjungan wisatawan. Selain itu, keberadaan kereta gantung yang akan segera dibangun oleh investor Cina tersebut diyakini akan menjadi penyeimbang kemajuan sektor pariwisata di bagian selatan dan utara Lombok Tengah.

Hal itu dikatakan Bupati Kabupaten Lombok Tengah, H. Suhaili FT, Jum’at (24/1) di Praya. Dia menerangkan, selama ini pengembangan sektor pariwisata di Lombok Tengah dianggap hanya fokus di bagian selatan dengan keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan MotoGP yang akan dihelat tahun 2021. Sehingga kereta gantung diyakini akan bisa memicu pemerataan pembangunan sektor pariwisata khususnya di bagian utara.”Ini juga akan tambah magnet daya tarik wisatawan. Tidak hanya MotoGp”,ujarnya.

Adapun terkait dengan pembangunan kereta gantung yang memantik pro dan kontra, menurutnya itu adalah bagian dari dinamika sebuah pembangunan. Menurut dia, kalau kereta gantung itu dianggap akan berdampak buruk terhadap lingkungan gunung Rinjani sejatinya saat ini lingkungan di sana sudah masalah dengan menggunungnya sampah.

“Mungkin saja dari sekian kereta gantung itu nanti bisa digunakan angkut sampah. Ada manfaatnya”,lanjut Suhaili.

Menurut dia, masyarakat yang nantinya akan menikmati keindahan gunung Rinjani dengan menggunakan kereta gantung tidak akan bersentuhan langsung dengan alam Rinjani. Sehingga dampak yang bisa timbul seperti kebakaran lahan tidak akan terjadi. “Padahal kalau mendaki langsung buang putung rokok bisa sebabkan kebakaran lahan”,cetusnya.

Pembangunan kereta gantung ini sudah mendapatkan izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) karena tidak akan mengganggu hutan lindung. Selain itu, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) juga sudah memberi lampu hijau. Pemberian izin tersebut tentunya sudah melewati “feasibility study”.  “Jadi jngan cepat berburuk sangka. Pasti semuanya sudah dikaji”,dia mengingatkan.

Kalau pembangunan kereta gantung tersebut dianggap akan mematikan mata pencaharian porter, menurutnya itu kemungkinan kecil akan terjadi. Karena dipastikan masih cukup banyak masyarakat maupun wisatawan yang memilih mendaki untuk menikmati keindahan gunung Rinjani. Karena kereta gantung itu adalah alternatif untuk menikmati keindahan gunung Rinjani. Akan tetapi,  porter juga bisa menjadi guide di kereta gantung kalau memutuskan berhenti menjadi porter.

“Yang suka tantangan mau mendaki tetap bisa, Silahkan Tidak ada masalah.  Ini adil, yang tidak mampu jalan bisa pakai kereta gantung”, tutupnya. (07/10).

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah