Published On: Fri, May 8th, 2026

Dr Saharjo: Kemajuan Investasi Lombok Harus Ditopang Kepastian Hukum Pertanahan

dibaca 2 kali

RADIO LOMBOK FM,MATARAM — Pesatnya pembangunan hotel dan kawasan wisata di Pulau Lombok dinilai menjadi sinyal positif bangkitnya iklim investasi di Nusa Tenggara Barat. Namun di balik pertumbuhan tersebut, aspek legalitas pertanahan disebut tetap menjadi faktor paling menentukan keberlanjutan investasi jangka panjang.

Pandangan itu disampaikan Ketua Pengurus Wilayah IPPAT NTB, Dr Saharjo SH MKn MH, saat menghadiri peresmian Prime Plaza Hotel Mataram baru-baru ini.

Menurut Saharjo, hadirnya hotel-hotel modern di Lombok menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap potensi daerah. Meski demikian, ia menegaskan pembangunan fisik harus dibarengi tata kelola pertanahan yang profesional, tertib, dan transparan.

“Bangunan megah bisa berdiri dengan cepat, tetapi kepastian hukum pertanahan adalah fondasi utama agar investasi tetap aman dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, profesi Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) memiliki posisi strategis dalam setiap proses investasi, khususnya di sektor properti dan pariwisata yang selalu berkaitan erat dengan urusan pertanahan.

Mulai dari proses peralihan hak, pengikatan transaksi, pemecahan sertifikat, pemeriksaan dokumen legalitas, hingga penyesuaian tata ruang menjadi bagian penting yang membutuhkan ketelitian dan kepastian hukum.

Saharjo menilai, banyak persoalan investasi di berbagai daerah muncul akibat lemahnya administrasi pertanahan sejak awal proses pembangunan. Karena itu, PPAT dituntut menjalankan prinsip kehati-hatian agar potensi sengketa dapat dicegah sejak dini.

“Peran PPAT bukan sekadar administratif, tetapi ikut menjaga stabilitas investasi melalui kepastian hukum yang jelas bagi semua pihak,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, kantor pertanahan, pelaku usaha, dan profesi hukum pertanahan di tengah percepatan pembangunan sektor pariwisata di Lombok.

Menurutnya, investor membutuhkan rasa aman dalam berusaha, sementara masyarakat juga harus mendapatkan perlindungan terhadap hak-hak atas tanah mereka.

“Pembangunan yang sehat adalah pembangunan yang mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan investasi dan perlindungan masyarakat,” tegasnya.

Prime Plaza Hotel Mataram sendiri hadir sebagai salah satu simbol perkembangan industri hospitality modern di Lombok. Selain menghadirkan fasilitas ballroom dan ruang pertemuan berstandar internasional, hotel tersebut juga mengembangkan konsep kuliner internasional yang disesuaikan dengan karakter budaya lokal NTB.

Dengan posisi strategis yang terhubung ke kawasan wisata Senggigi, Mandalika, dan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, hotel itu dipandang menjadi bagian dari transformasi Lombok menuju destinasi bisnis dan pariwisata unggulan di Indonesia timur.

Melalui momentum pertumbuhan investasi tersebut, IPPAT NTB menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat profesionalisme PPAT serta mendukung terciptanya ekosistem investasi yang aman, tertib, dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat.

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah