Published On: Fri, Feb 7th, 2020

Demo Dukun Santet Ricuh, Massa Bentrok dengan Polisi

dibaca 3,835 kali
Share This
Tags
RADIO LOMBOK FM,Lombok Tengah – Aksi demo yang dilakukan puluhan warga Desa Ganti kecamatan Praya Timur di Mapolres Lombok Tengah berakhir ricuh. Warga bentrok dengan aparat kepolisian dan menyebabkan satu orang aparat mengalami luka-luka. Selain itu, lima orang warga diamankan.
 
Kericuhan tersebut terjadi karena warga tidak terima atas hasil hearing yang dilakukan perwakilan warga dengan pejabat kepolisian di dalam Kantor Mapolres Loteng yang berada di Eks Kantor DPRD Lombok Tengah. 
 
Hasil hearing tersebut adalah polisi akan tetap melanjutkan proses hukum terhadap dua orang warga Ganti  yakni H dan G, yang ditangkap karena diduga merusak dan membakar rumah Sumiram, warga Ganti yang diduga merupakan dukun santet. 
 
Warga menduga Sumirem telah menyebabkan puluhan orang di desa Ganti menjadi korban. Sedangkan dua orang yang ditangkap polisi adalah tokoh agama setempat. Sehingga warga mendesak aparat kepolisian untuk membebaskan keduanya. 
 
Salah satu warga desa Ganti, Daharudin mengatakan, warga menduga Sumirem melakukan santet karena melihat hal-hal aneh di sekitar rumah Sumirem. 
 
“Yang ditangkap itu tokoh agama di Desa Ganti. Sehingga kami ingin mereka dibebaskan. Dukun santet itu telah menyebabkan puluhan korban di Ganti”, katanya.
 
Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP Rafless Girsang usai hearing tersebut mengatakan, proses hukum tidak bisa diintervensi dan akan tetap jalan. Dia juga menegaskan bahwa berapapun orang yang melakukan pengerusakan tetap akan diproses hukum. Saat ini, dua orang  ditangkap masih masih diperiksa. Sedangkan warga lain yang juga terlibat diminta untuk menyerahkan diri.
 
“Jika dua orang itu terbukti bersalah melakukan pengerusakan akan dikenakan pasal 170 KUHP yakni secara bersama-sama melakukan pengerusakan terhadap orang atau barang. Mereka ditangkap atas keterangan saksi tetangga”,terangnya.
 
Massa yang tidak terima atas hasil hearing tersebut akhirnya memaksa masuk ke dalam Mapolres Lombok Tengah. Akhirnya bentrok dan saling kejar-kejaran antara warga dan aparat kepolisian tidak bisa dihindari. Lima orang warga yang diduga dalang keributan diamankan polisi.
 
Wakapolres Lombok Tengah, I Ketut Tamiana dalam kesempatan itu menerangkan, lima orang warga diamankan untuk menjaga kondusifitas di Mapolres Loteng. Karena mereka memaksa masuk dan menimbulkan keributan di markas polisi tersebut. Dia juga mengatakan, satu orang polisi mengalami luka-luka akibat kejadian itu.
 
“Kita himbau warga untuk menyampaikan aspirasinya dengan baik tanpa harus melakukan tindakan anarkis”,terangnya.
 
Dia juga mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan sebanyak dua pleton personil kepolisian yang akan ditempatkan di sekitar rumah Sumirem yang diduga dukun santet. Hal itu dilakukan untuk menghindari bentrok antar warga. 
 
“Kita minta warga jangan main hakim sendiri. Apalagi sampai membakar rumah orang yang masih belum tentu bersalah atau tidak”,ujarnya. (07/14).

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah