Kebijakan Bupati, Ternyata Tak Lepas Dari Sentuhan TGH.Ma`rif Makmun
dibaca 1,844 kali
Tidak sampai disitu lanjut TGH.Ma`rif Makmun, pada acara yang dihadiri oleh hampir seluruh SKPD di Lombok Tengah tersebut, ia menyebut kalau program perbaikan jalan dan irigasi yang kemudian dijadikan sebagai visi dan misi Bupati terinspirasi dari dakwahnya yang selama ini disampaikan.”Siapapun yang mendahulukan orang pedesaan yang lemah dan tidak tahu mau mengadu kemana, maka pasti akan diberi karunia oleh Allah. Maka lahirlah istilah Rurung Reban itu,”terangnya.
Membandingkan pembangunan Lombok Tengah yang sekarang, TGH.Ma`rif Makmun mencoba mengingat masa-masa sulit dirinya puluhan tahun lalu. Ia menceritakan, saat ada murid baru di Pondok Pesantrenya, selalu ditanya tentang ijazah orang tuanya.”Tahun 1985 orang tua murid 80 persen tidak punya ijazah. Tahun 2000-an rata-rata orang tua murid ijazahnya SLTA, makanya orang tua sekarang berfikir anaknya harus sarjana. Di Desa Kabol tahun 85 itu tidak ada S1, sekarang susah menempatkan S1 di Kabol itu dimana,”tuturnya.
Sekarang setelah Bandara Internasional Lombok (BIL) beroperasi lanjut TGH.Ma`rif Makmun, Bupati sangat bingung mau menerima investor yang berebut mau membangun di Lombok Tengah.”Walau gemuk dan gendut begitu, tetapi Bupati banyak loby-loby-nya. Sampai-sampai pak Presiden Jokowi yang pendukungnya hanya 15 persen disini, mau kucurkan dana tahun ini Rp.250 miliar dan tahun depan Rp.1,8 triliun ke Lombok Tengah,”sanjungnya.|001|00









