Tak Sekadar Memasak, Tata Boga ABATA Latih Jiwa Kreatif dan Wirausaha
dibaca 1 kali
RADIO LOMBOK FM,MATARAM — Dapur sekolah tak hanya menjadi tempat mengolah bahan makanan, tetapi juga ruang pembelajaran yang menumbuhkan kreativitas, ketelitian, dan rasa percaya diri siswa. Hal itulah yang terlihat dalam kegiatan ekstrakurikuler tata boga di SEKOLAH ABATA LOMBOK, di mana para siswa diajak belajar mencipta melalui pengalaman langsung.
Salah satu hasil karya yang berhasil dibuat siswa adalah kue panggang dengan taburan irisan almond. Namun bagi ABATA, nilai utama dari kegiatan ini tidak terletak pada hasil akhir semata, melainkan pada proses yang dilalui anak-anak sejak awal hingga produk siap disajikan.
Ekstrakurikuler tata boga tersebut berada di bawah pendampingan Anita Anggraini. Dalam setiap sesi pembelajaran, siswa tidak hanya diajarkan mengikuti resep, tetapi juga memahami seluruh tahapan produksi makanan secara menyeluruh.
Mereka belajar menyiapkan bahan, mengukur komposisi dengan tepat, mengolah adonan, menggunakan peralatan secara aman, mengatur waktu pemanggangan, hingga mengevaluasi hasil yang telah dibuat. Melalui proses itu, siswa diperkenalkan pada pentingnya ketelitian dan tanggung jawab dalam setiap pekerjaan.
Pendekatan yang diterapkan membuat dapur sekolah berfungsi layaknya laboratorium praktik. Anak-anak memahami bahwa perubahan kecil pada takaran bahan, suhu, atau waktu pemanggangan dapat memengaruhi kualitas hasil akhir.
Ketika hasil yang diperoleh belum sesuai harapan, mereka tidak langsung menganggapnya sebagai kegagalan. Sebaliknya, pengalaman tersebut dijadikan kesempatan untuk belajar, mencari penyebab, dan memperbaiki proses pada percobaan berikutnya.
Anita menjelaskan bahwa kegiatan tata boga di ABATA dirancang untuk mengembangkan berbagai keterampilan hidup yang dibutuhkan anak di masa depan. Selain kemampuan memasak, siswa juga dibimbing membangun disiplin, menjaga kebersihan, bekerja sama, berpikir kreatif, serta berani mengambil inisiatif.
Pembelajaran juga mencakup aspek penyajian produk. Siswa diajak memperhatikan warna, tekstur, kebersihan, hingga tampilan makanan agar menarik dan layak diperkenalkan kepada orang lain.
Melalui cara tersebut, kegiatan tata boga sekaligus menjadi sarana pengenalan pendidikan kewirausahaan sejak usia sekolah. Anak-anak mulai memahami proses sederhana dalam menghasilkan sebuah produk, mulai dari munculnya ide, penyusunan resep, proses produksi, evaluasi, hingga penyajian.
SEKOLAH ABATA LOMBOK memandang pengalaman belajar semacam ini sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter dan keterampilan siswa. Sebab tidak semua pelajaran dapat diperoleh dari buku atau ruang kelas. Banyak nilai kehidupan yang justru tumbuh ketika anak berani mencoba, menghadapi kesalahan, lalu belajar dari hasil kerja yang mereka lakukan sendiri.
Dengan pendekatan tersebut, ekstrakurikuler tata boga menjadi lebih dari sekadar kegiatan memasak. Ia menjadi ruang belajar yang mempertemukan kreativitas, keterampilan hidup, dan pembentukan karakter dalam satu proses yang menyenangkan bagi anak-anak.








