Polisi Dalami Penemuan Orok Bayi di Jalan Bypass Sengkol, Lombok Tengah
dibaca 21 kali
RADIO LOMBOK FM,Lombok Tengah (NTB) – Kepolisian Resor Lombok Tengah melalui Polsek Pujut tengah melakukan penyelidikan atas penemuan orok bayi berjenis kelamin laki-laki di pinggir Jalan Bypass, Dusun Jomang, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, pada Minggu (25/01/2026).
Kapolsek Pujut, IPTU M. Muhtar, S.H., menjelaskan bahwa peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 06.50 WITA oleh dua orang saksi, yakni Firman Siagian Saputra (19) dan Sigit Sugianto (15), warga Dusun Kadik, Desa Segala Anyar, Kecamatan Pujut.
Saat itu, kedua saksi tengah melintasi jalan bypass untuk mencari jamur di area persawahan.
Mereka melihat sebuah bungkusan plastik berwarna biru yang mencurigakan di tepi jalan. Setelah diperiksa, bungkusan tersebut diketahui berisi orok bayi.
“Setelah mengetahui isi bungkusan, para saksi kemudian menggeser plastik tersebut sekitar tiga meter dari lokasi awal dan memberitahukan kejadian itu kepada warga yang sedang berolahraga pagi serta pengguna jalan yang melintas,” terang IPTU M. Muhtar.
Mendapatkan laporan tersebut, pihak kepolisian segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta berkoordinasi dengan Puskesmas Sengkol guna penanganan awal. Selanjutnya, orok bayi tersebut dibawa ke Puskesmas Sengkol untuk pemeriksaan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, bayi diperkirakan lahir pada dini hari sekitar pukul 03.00 hingga 04.00 WITA dan telah meninggal dunia sekitar dua jam sebelum ditemukan.
Bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut memiliki berat 1,1 kilogram, panjang 40 sentimeter, dan diperkirakan berusia sekitar enam bulan dalam kandungan dengan kondisi berat badan lahir rendah (BBLR).
Kapolsek menambahkan, pada bagian pusar bayi ditemukan peralatan medis yang diduga digunakan saat proses persalinan.
Kondisi bayi diketahui telah dimandikan, namun terdapat sejumlah memar yang diduga berkaitan dengan proses persalinan yang tidak wajar.
Untuk keperluan penyelidikan lanjutan, orok bayi kemudian dibawa oleh tim Inafis Polres Lombok Tengah bersama personel Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Satreskrim ke Rumah Sakit Bhayangkara.
IPTU M. Muhtar mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa tersebut agar segera melapor kepada pihak kepolisian guna membantu proses penyelidikan lebih lanjut.








