Hari Radio Nasional, RADIO LOMBOK FM 102.2 MHz Tegaskan Radio Lokal Tak Boleh Sekadar Bertahan
dibaca 1 kali
RADIO LOMBOK FM,MATARAM — Peringatan Hari Radio Nasional setiap 11 September bukan sekadar mengenang sejarah. Bagi RADIO LOMBOK FM 102.2 MHz, momentum ini menjadi penegasan bahwa radio lokal harus terus relevan di tengah gempuran media digital.
Pimpinan RADIO LOMBOK FM, Dr. Saharjo, S.H., M.Kn., M.H., mengatakan radio tidak cukup hanya bertahan. Radio harus hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Radio tidak boleh hidup hanya karena sejarah. Radio harus hidup karena manfaatnya.”
Di bawah kepemimpinannya, RADIO LOMBOK FM 102.2 MHz diarahkan bukan sekadar menjadi media hiburan, tetapi ruang pendidikan, UMKM, budaya, pariwisata, prestasi generasi muda, serta suara masyarakat Lombok dan NTB.
Saharjo menilai digitalisasi bukan ancaman. Radio justru harus menembus batas frekuensi dengan mengintegrasikan siaran, media sosial, video, podcast, dan kanal digital.
“RADIO LOMBOK FM tidak cukup hanya didengar. Ia harus hadir, menghubungkan, mendidik, dan ikut menumbuhkan masyarakat.”
Hari Radio Nasional pun menjadi momentum mempertegas arah RADIO LOMBOK FM 102.2 MHz: dari radio lokal menuju kekuatan media multiplatform yang berakar di Lombok.
Gelombangnya boleh berubah. Teknologinya boleh berganti. Tetapi radio tidak boleh kehilangan jiwa dan keberpihakannya kepada masyarakat.








