KONI Lombok Tengah Matangkan Persiapan Atlet Menuju Porprov NTB 2026
dibaca 6 kali
RADIO LOMBOK FM,Lombok Tengah — KONI Kabupaten Lombok Tengah mulai mengintensifkan persiapan atlet dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026. Salah satu langkah awal yang dilakukan yakni pelaksanaan tes kondisi fisik bagi atlet yang tergabung dalam Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda).
Ketua KONI Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, menyampaikan bahwa tes kondisi fisik adalah bagian penting dari rangkaian Pelatda sebagai fondasi awal pembinaan atlet.
“Tes fisik ini sudah menjadi bagian dari program Pelatda. Ini langkah awal untuk menyiapkan atlet Lombok Tengah menghadapi Porprov 2026,” ujar Firman, Jumat (30/1/2026).
Sebanyak 159 atlet dari 41 cabang olahraga mengikuti tes tersebut. Hasilnya akan digunakan sebagai dasar pemetaan kondisi atlet guna menyusun program latihan yang lebih terukur dan berbasis data.
Firman menegaskan, KONI Lombok Tengah menargetkan raihan 90 medali emas pada Porprov NTB 2026. Target tersebut, menurutnya, hanya dapat dicapai melalui persiapan yang matang dan perencanaan yang terarah.
“Untuk mengejar target 90 emas, persiapan harus benar-benar serius dan terukur,” tegasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa cabang olahraga bela diri selama ini menjadi penyumbang medali emas terbesar bagi Lombok Tengah. Meski demikian, KONI tetap memberikan perhatian maksimal kepada seluruh cabang olahraga yang dinilai memiliki potensi meraih medali.
“Bela diri memang dominan, tapi semua cabor tetap kita siapkan secara maksimal,” katanya.
Dalam proses pembinaan, KONI Lombok Tengah menerapkan pendekatan sport science dengan menggandeng Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) dan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sebagai mitra pendukung, termasuk penyedia lokasi pelaksanaan tes.
“Kita menerapkan sport science secara penuh, sehingga perlu dukungan akademisi dan fasilitas yang memadai,” jelas Firman.
Hasil tes kondisi fisik nantinya akan mengelompokkan atlet dalam kategori tertentu, seperti kondisi cukup dan kurang. Atlet yang dinilai masih kurang akan dievaluasi bersama pelatih untuk perbaikan program latihan.
“Dalam empat bulan ke depan, kita akan duduk bersama pelatih untuk menyusun program latihan yang lebih tepat agar performa atlet bisa meningkat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Tes Kondisi Fisik Pelatda Lombok Tengah, Dr. Johan Irmansyah, menjelaskan bahwa tes meliputi pengukuran power otot lengan, power otot perut, serta daya tahan tubuh (endurance).
“Tes ini menjadi indikator awal kondisi fisik atlet,” ungkap Johan.
Ia menambahkan, data hasil tes akan menjadi acuan dalam penyusunan program latihan lanjutan sekaligus pemetaan potensi perolehan medali dari masing-masing cabang olahraga.
“Workshop akan dilakukan untuk merumuskan program lanjutan berdasarkan hasil tes seluruh cabor,” pungkasnya.
Dengan langkah awal tersebut, KONI Lombok Tengah optimistis mampu meningkatkan prestasi dan mewujudkan target medali pada Porprov NTB 2026.








