Published On: Tue, Mar 31st, 2026

Abata Lombok Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Ekonomi Lokal

dibaca 2 kali

RADIO LOMBOK FM,Mataram — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah dipandang sebagai langkah penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Dengan target menjangkau 17,9 juta penerima pada tahun 2025, program ini diarahkan untuk menekan angka stunting, meningkatkan kecerdasan anak, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Sekolah Abata Lombok menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan program tersebut. Pihak sekolah menilai MBG tidak sekadar program bantuan pangan, melainkan bagian dari pembangunan berkelanjutan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Pembina Sekolah Abata Lombok, Saharjo, menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh sinergi antara pemerintah, institusi pendidikan, serta masyarakat.

“Program ini bukan hanya soal pemenuhan kebutuhan makan, tetapi investasi masa depan. Asupan gizi yang baik akan berdampak langsung pada kualitas berpikir, karakter, dan daya saing anak,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pendekatan MBG yang melibatkan petani, pelaku UMKM, dan tenaga kerja lokal dalam pengelolaan dapur gizi. Menurutnya, langkah ini mampu menciptakan dampak ekonomi berlapis bagi masyarakat.

Dalam mendukung implementasi MBG, Sekolah Abata Lombok mengintegrasikan program tersebut dengan berbagai inisiatif internal. Salah satunya melalui program “satu siswa satu usaha” yang bertujuan menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini. Program ini mencakup keterampilan pengolahan pangan, distribusi bahan baku, hingga inovasi produk bergizi.

Selain itu, sinergi juga dilakukan melalui program Sekolah Lansia Abata yang memberdayakan kelompok lansia dalam kegiatan produktif, seperti pengolahan bahan pangan lokal, edukasi gizi keluarga, serta peran sosial dalam menjaga pola konsumsi masyarakat.

Menurut Saharjo, keterlibatan lintas generasi menjadi kekuatan utama dalam membangun dampak sosial yang lebih luas.

“Ketika siswa dibekali kemandirian melalui usaha, dan lansia tetap diberdayakan melalui pengalaman mereka, maka terbentuk ekosistem yang utuh. Ini bukan sekadar program makan, melainkan gerakan peradaban,” tegasnya.

Ia berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat dijalankan secara konsisten, tepat sasaran, dan berkembang menjadi sistem yang berkelanjutan.

“Harapannya, seluruh elemen mulai dari sekolah, petani, UMKM, siswa hingga lansia dapat terhubung dalam satu kekuatan yang saling mendukung,” tutupnya.

Dengan kolaborasi berbagai pihak, Program MBG diharapkan mampu menjadi fondasi dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, serta masyarakat yang mandiri dan berdaya saing tinggi.

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah