Tes Urine Mendadak, 1.121 Personel Polres Lombok Tengah Dinyatakan Negatif Narkoba
dibaca 3 kali
RADIO LOMBOK FM,Lombok Tengah, NTB — Sebanyak 1.121 personel Kepolisian Resor Lombok Tengah menjalani tes urine secara mendadak usai pelaksanaan apel pagi. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan internal untuk memastikan seluruh anggota bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Kapolres Lombok Tengah, AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K., menegaskan bahwa pemeriksaan dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya guna menjaga objektivitas hasil. Ia menyebut langkah ini sebagai bentuk komitmen institusi dalam menjaga integritas dan profesionalisme anggota di lapangan.
“Tes urine ini dilaksanakan secara spontan sebagai bentuk keseriusan kami dalam mencegah dan mendeteksi potensi penyalahgunaan narkoba di internal. Polres Lombok Tengah harus bersih dari narkoba,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Kapolres turut menjadi peserta pertama bersama para pejabat utama (PJU), sebagai wujud keteladanan pimpinan terhadap anggota. Pemeriksaan dilakukan oleh Satuan Reserse Narkoba bersama Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Lombok Tengah secara transparan dan profesional.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh personel yang mengikuti tes dinyatakan negatif dari penggunaan narkoba. Meski demikian, Kapolres menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala maupun insidental.
Ia juga menekankan bahwa tidak akan ada toleransi bagi anggota yang terbukti terlibat penyalahgunaan narkoba. “Jika ada yang melanggar, akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Kami ingin membangun institusi yang bersih dan dipercaya masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, kondisi personel yang sehat dan bebas dari narkoba sangat penting dalam menunjang pelayanan kepada masyarakat. Ia pun mengingatkan bahwa setiap anggota Polri harus mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
“Sebagai aparat penegak hukum, kami harus memberi contoh yang baik. Tidak ada ruang bagi penyalahgunaan narkoba di lingkungan Kepolisian,” pungkasnya.








