Halalbihalal Senior Notaris-PPAT NTB, Soroti Kepedulian MKW dan Pengwil IPPAT terhadap Layanan BPN Lombok Barat
dibaca 1 kali
RADIO LOMBOK FM,Mataram — Momentum halalbihalal yang mempertemukan sejumlah notaris dan pejabat pembuat akta tanah (PPAT) di Nusa Tenggara Barat menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi profesi. Dalam pertemuan yang dihadiri Saharjo, I Gede Sutama, Gracia Guana Murti, dan Muhammad Aroman, mengemuka apresiasi atas kepedulian Majelis Kehormatan Wilayah (MKW) serta Pengurus Wilayah IPPAT NTB terhadap kelancaran layanan pertanahan di Lombok Barat.
Acara diawali dengan penyambutan hangat oleh Saharjo terhadap kehadiran para tamu senior IPPAT NTB. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya menghormati para senior sebagai sumber pengalaman dan penjaga nilai-nilai profesionalitas dalam organisasi. Kehadiran para senior dinilai memberi energi moral sekaligus memperkuat kesinambungan tradisi keilmuan dan etika profesi di lingkungan notaris-PPAT.
Dalam suasana silaturahmi yang hangat, halalbihalal dimaknai lebih dari sekadar tradisi tahunan. Forum ini menjadi ruang saling memaafkan sekaligus memperkuat kepercayaan antaranggota profesi, setelah dinamika kerja yang padat sepanjang tahun. Saharjo menilai, kohesi internal menjadi fondasi penting untuk menjaga integritas dan kualitas layanan kepada masyarakat.
Selain itu, pertemuan juga membicarakan rencana perayaan Hari Kartini sebagai bagian dari upaya memperkuat peran perempuan dalam profesi notaris dan PPAT. Gagasan kegiatan yang bersifat inspiratif dan edukatif mengemuka, termasuk ruang berbagi pengalaman serta penguatan kapasitas perempuan di bidang hukum pertanahan.
Isu peningkatan kapasitas atau upgrading profesi turut menjadi perhatian. Para notaris dan PPAT menilai kebutuhan akan penguatan kompetensi, terutama dalam menghadapi digitalisasi layanan di Badan Pertanahan Nasional, semakin mendesak. Program pelatihan, diskusi teknis, hingga pembaruan pemahaman regulasi diharapkan dapat difasilitasi secara berkelanjutan oleh organisasi.
Saharjo menyampaikan bahwa kepedulian MKW dan Pengwil IPPAT NTB tidak hanya terlihat dalam advokasi kelembagaan, tetapi juga dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Halalbihalal ini menjadi momentum untuk menyatukan visi, termasuk dalam menyiapkan langkah-langkah upgrading profesi ke depan,” ujarnya.
Senada dengan itu, I Gede Sutama menekankan pentingnya menjaga hubungan konstruktif dengan BPN agar setiap dinamika yang muncul dapat diselesaikan secara cepat dan tepat. Ia juga mengapresiasi upaya kolektif yang selama ini dilakukan dalam mendukung kelancaran layanan pertanahan, khususnya di Lombok Barat.
Pertemuan tersebut menegaskan bahwa kekompakan internal, kepedulian kelembagaan, serta komitmen terhadap peningkatan kapasitas merupakan kunci dalam menghadapi tantangan ke depan. Dengan semangat kebersamaan, para notaris dan PPAT NTB berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan, sehingga pelayanan pertanahan semakin transparan, efisien, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.








