Sekolah Abata Lombok Gagas Masjid Agung Mataram sebagai Pusat Ibadah dan Pendidikan
dibaca 88 kali
RADIO LOMBOK FM,Mataram – Sekolah Abata Lombok tengah menyiapkan langkah besar dalam pengembangan kawasan pendidikannya dengan menggagas pembangunan Masjid Agung Mataram di dalam komplek sekolah. Masjid ini dirancang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda.
Rencananya, masjid akan dibangun di area Sekolah Abata Lombok yang berada di pinggir Jalan Raya Adisucipto, Ampenan, Kota Mataram. Lokasi tersebut cukup strategis karena berada di salah satu jalur utama kota serta tidak jauh dari kawasan Islamic Center Mataram yang dikenal sebagai pusat aktivitas keislaman.
Dengan posisi tersebut, masjid diharapkan dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh warga sekolah, tetapi juga masyarakat sekitar untuk berbagai kegiatan ibadah dan keagamaan.
Pembangunan masjid ini juga menjadi bagian dari persiapan berdirinya Pondok Pesantren Abata Lombok. Dalam tradisi pendidikan Islam, masjid memiliki peran penting sebagai pusat kegiatan pesantren, mulai dari shalat berjamaah, kajian keilmuan, hingga pembinaan karakter santri.
Karena itu, pembangunan masjid menjadi prioritas awal sebelum pembangunan fasilitas pendidikan lainnya. Masjid nantinya akan menjadi pusat kehidupan spiritual sekaligus ruang belajar bagi para santri dan tenaga pengajar.
Sebagai langkah awal, konsultan pembangunan masjid telah melakukan kunjungan ke Sekolah Abata Lombok pada Minggu, 8 Maret 2026. Kunjungan tersebut bertujuan meninjau langsung lokasi yang direncanakan serta mendiskusikan konsep arsitektur dan tahapan pembangunan.
Masjid Agung Mataram dirancang dengan arsitektur kayu bergaya joglo Nusantara yang terinspirasi dari Masjid Demak. Konsep ini menghadirkan nuansa tradisional yang hangat dengan struktur atap tumpang serta tiang-tiang kayu utama yang kokoh, mencerminkan nilai kesederhanaan dan kebersamaan dalam kehidupan umat.
Bangunan masjid diproyeksikan mampu menampung lebih dari seribu jamaah. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga diharapkan menjadi ruang kegiatan pendidikan yang aktif sepanjang hari.
Material utama yang digunakan adalah kayu jati berkualitas tinggi yang dikenal kuat dan tahan lama. Selain memberikan nuansa arsitektur Nusantara, struktur kayu juga dinilai lebih fleksibel terhadap getaran, sehingga lebih adaptif untuk wilayah Pulau Lombok yang dikenal rawan gempa.
Menariknya, pembangunan fasilitas permanen di kawasan Sekolah Abata Lombok akan diawali dengan pembangunan masjid terlebih dahulu. Hal ini dilandasi pandangan bahwa pusat pendidikan yang kokoh harus diawali dengan fondasi spiritual yang kuat.
Ke depan, kawasan sekitar masjid juga direncanakan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pendidikan seperti ruang belajar, asrama santri, perpustakaan, serta ruang pembinaan pelajar.
Dengan konsep tersebut, masjid diharapkan menjadi pusat aktivitas keilmuan dan spiritual. Selain shalat berjamaah, kegiatan seperti kajian keislaman, pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak, hingga majelis ilmu bagi pelajar dan santri akan rutin digelar.
Pembangunan kawasan ini direncanakan dimulai secara bertahap pada September 2027, bertepatan dengan rencana soft launching Pondok Pesantren Abata Lombok.
Melalui pengembangan ini, Abata berharap dapat menghadirkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam pembinaan karakter dan spiritual, sehingga mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat.








