Published On: Sat, Mar 7th, 2026

Abata Lombok Luncurkan Gerakan “Satu Siswa Satu Usaha” pada Ramadhan Fair 2026

dibaca 88 kali

RADIO LOMBOK FM, Mataram – Sekolah Abata Lombok kembali menghadirkan inovasi di bidang pendidikan dengan meluncurkan program Gerakan Satu Siswa Satu Usaha. Program ini bertujuan mendorong para siswa untuk mulai belajar berwirausaha sejak masih berada di bangku sekolah.

Gerakan tersebut diperkenalkan dalam rangkaian kegiatan Ramadhan Fair Abata 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 12 Maret 2026 di seluruh unit pendidikan Abata Lombok.

Penasehat Konsorsium Yayasan Pengelola Pendidikan Abata Lombok, Saharjo, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya Abata membangun sistem pendidikan yang tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga menumbuhkan kemandirian ekonomi serta karakter yang kuat pada siswa.

Menurutnya, dunia pendidikan perlu mengubah cara pandang dalam mempersiapkan masa depan generasi muda. Sekolah diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja.

Program tersebut difokuskan bagi siswa jenjang SMA agar mereka memiliki pengalaman langsung dalam merintis dan mengelola usaha. Usaha yang dijalankan tidak harus berskala besar, namun menjadi sarana pembelajaran agar siswa memahami proses bisnis secara nyata.

Peluncuran gerakan ini juga sejalan dengan tema besar Ramadhan Fair Abata tahun ini, yakni “Belajar, Berbisnis, Berbagi, dan Berkah.”

Berbagai kegiatan akan digelar dalam rangkaian acara tersebut, di antaranya Market Day, pesantren kilat, pembagian zakat, iftar gathering, hingga sejumlah kegiatan sosial. Melalui kegiatan tersebut, para siswa diharapkan tidak hanya belajar tentang kewirausahaan, tetapi juga menumbuhkan empati dan kepedulian sosial.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah program Belanja Baju Lebaran Bersama Anak Yatim dan Dhuafa. Dalam kegiatan ini, puluhan anak yatim dan dhuafa akan diajak untuk memilih dan membeli pakaian lebaran secara langsung di pusat perbelanjaan dengan pendampingan siswa dan guru Abata.

Saharjo menilai kegiatan tersebut memiliki nilai pendidikan yang penting karena siswa dapat merasakan langsung makna berbagi dan menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.

Melalui integrasi kegiatan kewirausahaan dan sosial tersebut, Abata Lombok berharap dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mandiri, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

  • Dengan langkah ini, Abata Lombok menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi entrepreneur yang berakhlak dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah