Published On: Fri, Jan 16th, 2026

Kinerja Pariwisata Menguat Sepanjang 2025, ITDC Pertegas Daya Saing Kawasan Unggulan

dibaca 29 kali

RADIO LOMBOK FM,Jakarta, 16 Januari 2026 — InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menorehkan kinerja positif sepanjang tahun 2025, terutama pada Semester II, di tengah tantangan industri pariwisata nasional dan global. Capaian tersebut tercermin dari stabilnya tingkat okupansi serta pertumbuhan signifikan jumlah kunjungan wisatawan di seluruh kawasan yang dikelola ITDC, yakni The Nusa Dua (Bali), The Mandalika (Nusa Tenggara Barat), dan The Golo Mori (Nusa Tenggara Timur).

Penguatan kinerja pada paruh kedua 2025 ditopang oleh meningkatnya aktivitas pariwisata dan intensitas penyelenggaraan event nasional maupun internasional di masing-masing kawasan. Kondisi ini berdampak langsung pada tingginya mobilitas wisatawan, penguatan posisi destinasi, serta terjaganya kepercayaan pelaku industri pariwisata terhadap kawasan yang dikembangkan ITDC.

Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan atas kolaborasi yang berkelanjutan dalam menjaga performa kawasan pariwisata sepanjang 2025. Menurutnya, ITDC berhasil mempertahankan tingkat hunian yang stabil sekaligus mendorong lonjakan jumlah kunjungan wisatawan.

“Sepanjang 2025, aktivitas pariwisata di kawasan yang kami kelola terus menunjukkan tren positif. Hal ini didorong oleh penguatan event, kegiatan Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE), serta pengembangan pengalaman destinasi yang semakin beragam,” ujarnya.

Di kawasan The Nusa Dua, rata-rata tingkat hunian hotel sepanjang 2025 tercatat mencapai 76,93 persen. Capaian tersebut diraih di tengah tantangan eksternal berupa penurunan perjalanan dinas dan aktivitas MICE pada awal tahun, seiring kebijakan efisiensi anggaran Pemerintah Pusat. Meski demikian, jumlah kunjungan kawasan justru meningkat signifikan, dari sekitar 3,2 juta kunjungan pada 2024 menjadi hampir 3,8 juta kunjungan pada 2025, atau tumbuh sekitar 18,5 persen. Peningkatan ini didominasi oleh kunjungan harian yang belum sepenuhnya berkontribusi terhadap okupansi kamar.

Sementara itu, The Mandalika mencatat rata-rata tingkat hunian hotel sekitar 55 persen sepanjang 2025. Kinerja tersebut sejalan dengan tingginya aktivitas kawasan, dengan total kunjungan melampaui 1,4 juta pengunjung. Puncak okupansi terjadi pada periode Juli hingga Agustus, bertepatan dengan penyelenggaraan berbagai event nasional dan internasional serta momentum libur sekolah. Lonjakan hunian yang terjadi secara merata di berbagai kelas hotel menunjukkan kuatnya dampak berganda event terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

Adapun The Golo Mori juga mencatat performa positif dengan total kunjungan mencapai 28.406 pengunjung sepanjang 2025. Realisasi kunjungan ini melampaui target pada kedua semester, masing-masing sebesar 139 persen pada Semester I dan 140 persen pada Semester II. Pertumbuhan tersebut didorong oleh strategi aktivasi kawasan yang semakin terarah melalui penyelenggaraan event berskala menengah hingga besar, meski dengan jumlah kegiatan yang lebih terkurasi. Capaian ini mempertegas posisi The Golo Mori sebagai destinasi MICE yang terus berkembang dan kian kompetitif.

Ahmad Fajar menegaskan, capaian kinerja di ketiga kawasan mencerminkan efektivitas strategi ITDC sebagai Master Developer dan Asset Manager destinasi pariwisata nasional. Ke depan, ITDC berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kawasan, mendorong peningkatan lama tinggal dan belanja wisatawan, serta memperkuat pengembangan event dan amenitas berstandar internasional guna mendukung pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan.

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah