Published On: Sat, Sep 4th, 2021

KP2A NTB Datangi Kejari Loteng

dibaca 24 kali
Share This
Tags

RADIO LOMBOK FM,Lombok Tengah- Koalisi Perlindungan Perempuan dan Anak (KP2A) Nusa Tenggara Barat mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya terkait adanya oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada di lingkup Kejari Praya beristri 8.

Adanya pernikahan yang dilakukan oknum ASN tersebut bahkan sampai memiliki istri 7 dan telah dipersoalkan sekarang dengan munculnya bukti baru oleh tim KP2A NTB yang mencengangkan, dimana hasil investigasi menemukan pelaku SR yang telah menikah 8 kali dengan cara memalsukan dokumen istri dengan akta kematian

Dimana secara fakta berada di luar negri sebagai TKW.

Kemudian, Koalisi Perlindungan Perempuan dan Anak NTB, Yan Mangandar Putra Menuturkan dimana saat ini pihaknya bersama tim mendatangi Kejari Praya dengan tujuan bertemu langsung dengan Kepala Kejari, dengan tujuan meminta dukungan agar kasus tersebut diproses sampai tuntas agar seluruh istri oknum SR tersebut 1 sampai dengan 7 beserta anak-anaknya mendapatkan perlindungan dari tindakan intimidasi siapapun.

“Hari ini tim kami sudah melakukan investigasi dan menemukan fakta baru, terkait dugaan pemalsuan data kependudukan yang dilakukan oleh oknum SR ini sehingga bisa nikah dengan istri ke-7, dimana dalam berkas yang ada di kantor KUA Praya adanya surat keterangan kematian Istri kelima padahal istrinya tersebut masih hidup berstatus sebagai tenaga kerja di luar negeri,” Katanya

Maka pihaknya berharap fakta dan data yang ia miliki dan laporkan dapat dilakukan pemeriksaan dari pihak Pengawas Kejaksaan tinggi, kemudian kasus tersebut dapat ditangani langsung Kejaksaan Agung dan Komisi Kejaksaan.

“Kami tidak mempermasalahkan banyak istri atau kawin banyak, namun dengan kondisi daerah saat ini dengan tingginya angka pernikahan dini, kekerasan terhadap anak dan angka migran di NTB hal ini akan berimbas besar dan menambah angka tersebut, ” Ungkapnya.

“Kemudian kaitan pelaporan secara internal ini merupakan pemeriksaan dan proses secara etik internal kejaksaan, dan kemudian kaitan pemalsuan dokumen merupakan langkah selanjutnya saat tidak ada tindak lanjut kejaksaan, ” Tambahnya.

Sementara Kasi Intel Kejari Praya Catur Hidayat yang dikonfirmasi terkait persoalan tersebut menerangkan bahwa pihaknya yang sudah menerima gabungan koalisi yang langsung dipertemukan dengan Kejari Praya, lebih banyak permintaan dukungan berkaitan dengan pelaporan seorang ASN yang bertugas di Kejari Praya yang telah di laporkan ke Kejati NTB

“Mereka hanya datang meminta dukungan laporan penyelesaian kasus pernikahan dari pihak kami yang menikah lebih dari sekali, ” Jelasnya singkat.

” Kemudian terkait proses, tindakan maupun hasil merupakan ranah Kejati NTB,”tutupnya.(04/001)

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah