Published On: Wed, Jun 22nd, 2016

Warga Tuntut Pihak KPH Rinjani Barat Disanksi Hukum Adat

dibaca 614 kali
Share This
Tags

adatRADIO LOMBOK FM, Lombok Utara—Gara-gara berniat untuk mengamankan limbah kayu yang ada di kawasan hutan produksi prasung desa selelos,  KPH Rinjani barat malah kena batunya, Warga menuntut KPH Rinjani barat untuk disanksi hukum adat menyowok yakni didenda dengan se ekor sapi akibat tindakannya tersebut.

Tuntutan warga ini sendiri diketahui atas latar belakang keinginan warga yang berniat untuk mengambil limbah kayu tersebut untuk kebutuhan sosial yakni pembangunan masjid dan kantor desa, dimana warga sekitar di Desa Persiapan Selelos, Kecamatan Gangga ini pada dasarnya sudah mengajukan permohonan untuk mengolah kayu tersebut kepada KPH Rinjani Barat namun belum diizinkan.

‘’Kami (warga,red) diminta untuk tidak dulu mengambil kayu tersebut oleh KPH, begitu juga dengan pihak lain agar diawasai untuk tidak melakukan aktifitas apapun terhadap kayu yang ada, tapi kemarin malah oknum KPH datang untuk memotong bagian kayu yang tumbang tersebut dan menaikkan keatas truk yang digunakan menuju lokasi, sehingga kami cegat dan ini sudah melanggar ketentuan,  oleh karena itu siapapun yang mengganggu ketentraman diwilayah kami akan dikenai sanksi hukum adat yakni menyowok atau menyerahkan seekor sapi,”ungkap  H, Sumawadi tokoh masyarakat setempat.

Karena telah dinyatakan melanggar ketentuan yang ada, warga pun menyita sinso yang digunakan oknum tersebut untuk memotong bagian kayu, dan kayu yang dilihat sebagian sudah dinaikkan ke atas truk  oleh oknum KPH diminta warga untuk diturunkan kembali.

Pihaknya kata Sumawadi sebelumnya sudah mengajukan permohonan penebangan kayu  diwilayah tersebut untuk kebutuhan pembangunan masjid dan kantor desa, namun tidak diizinkan karena dalam aturan yang ada diketahui Sumawadi tidak boleh melakukan penebangan, sehingga karena ada limbah kayu yang tumbang sekitar 20 lebih jenis gaharu  dan bajur maka pihaknya mengusulkan untuk mengambil saja limbah tersebut namun belum diizinkan oleh KPH rinjani barat.

‘’Ia memang kami sudah naik ke lokasi  bersama aparat kodim lobar untuk mengamankan kayu tersebut,  kami memang tidak izinkan dulu warga mengambil kayu tersebut karena sebagai alat bukti, namun karena ada penolakan warga jadi kayu masih ada ditempat, ”ungkap pihak KPH Rinjani Barat Teguh Gatot Iwono. |005I017|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah