Published On: Mon, Oct 19th, 2015

Warga Sidutan Gelar Ritual Roah Pasoan

dibaca 985 kali
Share This
Tags

Warga-Sidutan-Gelar-Ritual-LOMBOK UTARA, lombokfm.com – Untuk memelihara kehidupan biota laut, warga Dusun Sidutan Desa Kayangan Kecamatan Kayangan Sabtu 17/10/15 menggelar acara ritual roah pasoan yang dipusatkan di pantai Riku tanjung Sati.

Ritual roah pasoan, menurut Amaq Jekat, merupakan tradisi masyarakat adat berdasarkan kalender jango bangar yaitu bulan kelima setiap tahun.

Hadir dalam ritual ini antara lain,  Kepala Desa Kayangan,Kepala Desa Sesait, Kepala Desa Santong Mulia, Kepala Dusun Sidutan dan seluruh masyarakat Sidutan. Selain itu, hadir pula kelompok pemanah dari Ampenan, kelompok nelayan wilayah setempat, tokoh masyarakat, tokoh agama serta undangan lainnya.

Dikatakan, kegiatan ritual semacam ini memang harus terus dilakukan. Sebab, katanya, ritual roah pasoan ini adalah ritual yang memang pernah dilakukan oleh para leluhurnya dari sejak masyarakat setempat ada. Namun ritual ini pun nyaris punah seiring dengan dilarangnya kegiatan ritual Taeq Lauq ke Montong Gedeng.

Pada zaman dahulu dibawah tahun 1965, Montong Gedeng atau gunung Khayangan ramai dikunjungi oleh para peminat dan penganut acara pemujaan kepada para Dewa yang bersemayam di tempat itu. Menurut kepercayaan masyarakat Sesait Lama, bahwa di gunung Khayangan tersebut diyakini sebagai tempat petilasan Panji Mas Kolo. Itulah sebabnya, setiap tahun sebelum tahun 1965 kebawah, tempat itu ramai dikunjungi oleh masyarakat penganutnya untuk Ngaturang Ulak Kaya.

Pada saat acara Ngaturang Ulak Kaya (terkenal dengan sebutan “Taeq Lauq”). Masyarakat penganutnya membawa makanan, sesaji dan Praja Taeq Lauq (para gadis yang di rias layaknya pengantin) sambil membunyikan tabuh-tabuhan atau kesenian tradisional rakyat yang jumlahnya tidak kurang dari 10 hingga 15 kelompok kesenian.

Praktis sejak tahun 1966 acara pemujaan di Gunung Khayangan itu sudah tidak kedengaran lagi, tinggal Gunung Khayangan yang masih tetap utuh tegak berdiri yang merupakan peninggalan bersejarah bagi Desa Kayangan, sehingga namanya diabadikan sebagai lambang dan nama Desa Kayangan saat ini.

Begitu pula dengan ritual Roah Pasoan yang di gelar masyarakat Sidutan kali ini, merupakan sisa-sisa ritual yang pernah ada dan dilakukan oleh masyarakat setempat pada jamannya dulu. Tidak didengarnya kembali pelaksanaan rituan ini tidak terlepas dari imbas dilarangnya pemujaan ke Montong Gedeng saat itu.

“Semoga dengan mulai digelarnya kembali ritual Roah Pasoan ini, para nelayan akan mendapatkan hasil tangkapan ikan yang maksimal. Karena ikan-ikan itu berdasarkan keyakinan masyarakat setempat, setelah dilakukan ritual semacam ini,  akan berkumpul ditempat sekitar pelaksanaan ritual”, tandas Amaq Jekat.|004|086|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah