Published On: Sun, Oct 25th, 2015

Warga Keluhkan Tambang Galian C

dibaca 1,159 kali
Share This
Tags

damLOMBOK TIMUR. Lombokfm.com – Sejumlah warga Dusun Aibeta, Desa Perigi, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, mengeluhkan adanya operasi galian C di desanya. Sebab keberadaan galian batu yang berada di kawasan tersebut dinilai mengganggu kenyamanan warga.

Masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi galian kini mulai resah atas adanya aktivitas itu. Rosdiant Yonk’s salah seorang pemuda setempat mengutarakan hal itu, kemarin 24/10/2015. Meski telah berusaha melakukan penolakan lewat pemerintah desa, namun sampai saat ini galian masih tetap beroperasi.

“Masyarakat kecewa karena pada saat musyawarah dengan pihak desa, sudah sepakat menolak dengan memblokade jalan penghubung dusun Aibeta dengan Desa sebagai simbol penolakan masyarakat. Namun kenyataannya hingga saat  ini tetap beroperasi,” Cetus Rosdianto.

Ia melanjutkan, sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda di desanya sepakat untuk menolak operasi tambang galian C yang dinilainya dekat dengan pemukiman penduduk. Sebab mereka beranggapan, masyarakat akan mengalami kerugian dari beroperasinya galian. Baik hilangnya sumber air, mengeringnya aliran air dari sungai Aibeta, dampak longsor dan kekhawatiran lainnya.

“Masyarakat di sekitar lokasi galian sudah lama mempersoalkan keberadaan penggalian pasir di sana. Namun warga takut dan tidak berani. Sudah berusaha mengadu ke para pihak terkait, tapi sampai sekarang masih tetap beroperasi,” kata Rosdianto.

Sementara itu, aktivis social Asri Mardiyanto, menyampaikan, keberadaan perusahaan galian pasir di sana selama ini tidak menguntungkan masyarakat sekitar. Ia juga menyebutkan, penolakan warga sebetulnya sudah dilakukan dibeberapa tempat aktivitas galian C khususnya di kecamtan Suela.

Selain itu pemerintah desa telah menyepakati penambangan galaian C selama ada retribusi perusahaan ke desa tersebut untuk pemeliharaan lingkungan. Sampai saat ini dana pemeliharaan tidak jelas arahnya.

“kami menyesalkan adanya aktivitas penambangan ini, namun apa daya pemerintah telah bersepakat dengan pihak desa. Melalui kesepakatan itu pula perusahaan memberikan retribusi pemeliharaan lingkungan kedesa, namun sampai saat ini alokasinya oleh kepala desa tidak jelas” ucap Asri Ketua LKMD Desa Perigi.|006|036|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah