Published On: Tue, Aug 11th, 2015

Warga dan Tokoh Dari 3 Desa Sepakat Berdamai

dibaca 919 kali
Share This
Tags

wargaRADIO LOMBOK FM – Sejumlah warga dan tokoh dari 3 desa yang terlibat dalam peristiwa keributan saat pesta sunatan salah seorang warga Desa Sengkerang Kecamatan Praya Timur pada Minggu Malam 9 Agustus 2015 lalu, pada Senin (10/8/2015) mendatangi Mapolres Lombok Tengah. Mereka sepakat menudahi persoalan tersebut dengan damai dan menyerahkan segalanya untuk diproses secara hukum oleh aparat.

Yang berdatangan ke Mapolres saat itu, yakni tokoh dari desa sengekerang bersama aparat desa setempat, tokoh dan aparat desa Semoyang Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah dan sejumlah aparat dari Desa Batu Nampar Kecamatan Jero Waru Lombok Timur. Mereka dating ke Mapolres minta difasilitasi untuk bermusyawarah mencari jalan keluar atas peristiwa tersebut.
Sekdes Desa Batu Nampar Selatan, Abdul Ghani menceritkan pada kesempatan tersebut, korban atas Nama M.Nur 18 tahun (Almarhum) adalah warga Desa Batu Nampar Selatan yang berdomisili di Semoyang. Ia juga memiliki keluarga di Desa Sengkerang dan malam kejadian iku bejogetan sekaligus dalam rangka untuk menghadiri acara roahan tersebut.”Itulah sebabnya kami hadir saat ini dan yang kami harap pihak kepolisian memberikan informasi terkait dengan proses hukum kejadian ini,”katanya.

Hal itu lanjut Abdul Gahni perlu dilakukan untuk menyampaikanya ke warganya agar tidak terjadi kesimpang siuran informasi yang akan membuat warga melakukan tindakan yang tidak diinginkan.
Sementara itu salah seorang tokoh Warga Desa Sengkerang, Amag Bundu menyampaikan, langkah pertama yang harus dilakukan saat ini menurutnya yakni melakukan langkah damai dengan cara melakukan layatan ke rumah keluarga korban.”Nanti malam, acara zikiran dirumah korban sudah mulai dilakukan. Mari kita hadiri acara zikirian ini dan melakukan layatan ke rumah kelauarga korban yang sedang berduka,”imbaunya yang diiyakan warga lainya.

Sementara itu, dihadapan tokoh dan warga Kapolres Lombok Tengah,AKBP.Nuroodin menyambut baik niat warga untuk melakukan perdamaian tersebut. Karena hal itulah satu-satunya yang harus dilakukan oleh warga agar suasana ketertiban dan kenyamanan terus terjaga antar kedua desa yang bertikai.”Kami berharap warga untuk menahan diri melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Kami dari pihak polres tetap akan melakukan pengamanan diminta atau tidak diminta terkait dengan masalah ini. Seperti isu ada penyerangan, kami melakukan pengamanan namun bukan berarti kami membela salah satu pihak,”jelasnya.

Walau pertemuan damai itu ada, namun proses hukum terhadap sejumlah orang yang diduga sebagai pelaku dalam kasus ini tetap kita proses. Kami harus terus menjalankan proses hukum agar pelaku ini tidak melakukan perbuatanya lagi untuk hakim sendiri. “Walaupun saat ini sejumlah orang diamankan namun belum tentu mereka bersalah, kalau tidak bersalah kami pasti lepaskan kembali. Sekarang yang terpenting, bagaimana proses damai dijalankan dan berikan kepercayaan sepenuhnya kepada kami untuk menyelesaikan proses hukumnya dengan sebaik-baiknya,”harap Kapolres.|001|0057

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah