Published On: Tue, Aug 18th, 2015

Walau Saling Injak Wajah-Wajah Tetap Tersenyum Ceria

dibaca 614 kali
Share This
Tags

RADIO LOMBOK FM – Walau saling injak, saling tindas dan bahkan saling sikut serta saling sikat, namun wajah-wajah orang yang ikut dalam kegiatan yang satu ini tetap tersenyum dan tertawa kegirangan. Walau sesekali terlihat meringis menahan sakit, namun tidak amarah sedikitpun yang tersembur. Demikianlah gambaran Panjat Pinang usai upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 70 Senin (17/8/2015)

Salah seorang warga, Abdullah 23 tahun asal Desa Gemel kecamatan Jonggat mengaku sengaja dating ke Alun-alun Tastura hari itu untuk ikut dalam lomba Panjat Pinang tersebut. Tidak lain motivasinya yakni untuk mendapatkan hadiah yang digantung dipucuk pohon pinang tersebut.”Kita juga mau berpartisipasi juga meriahkan HUT Kemerdekaan ini,”katanya.

Lagipula lanjut Abdullah, Lomba Panjat pinang jarang-jarang dilaksanakan. Kalau dulu seingat dia, disetiap desa selalu ada disediakan Panjat Pinang, namun saat ini tampaknya sudah melai berkurang dan hanya diadakan oleh beberapa desa saja.”Ini kan hanya sekali setahun kita Panjat Pinang, jadi jangan dilewatkan. Dan mudahan dapat hadiahnya,”imbuhnya.

Untuk bisa mencapai tujuanya yakni mendapatkan hadiah langsung yang tergantung dipuncak Pohon Pinang, Abdullah mengaku punya strategi sendiri. Ia melibatkan sejumlah teman untuk bergotong royong membentuk kelompok dalam satu pohon pinang.”Kita saling bahu-membahu, bekerja tin,rategi sendiri. Ia melibatkan sejumlah teman untuk bergotong royong membentuk kelompok dalam satu pohon pinang.”Kita saling bahu-membahu, bekerja secara tim, kompak dan bersatu, maka lihatlah sejumlah hadiah sudah kita dapatkan,”ungkapnya.

Teman satu kelompoknya Abdullah yakni Bustanil 20 tahun menyatakan hal yang sama. Hanya dengan bekerjasam dengan beberapa teman, maka pohon pinang tersebut dengan cepat ditalukkan.”Aturanya kan satu orang satu hadiah, jadi kita giliran untuk mencapai puncak. Satu orang teman lagi bertugas mengamankan hadiah yang sudah kita dapatkan,”terangnya.
Namun demikian, orang lain tetap bisa masuk kedalam kelompok mereka untuk ikut berebut sampai kepuncak. Itulah tantangan dalam kerja kelompok tersebut. Saat orang lain yang tidak dikenal masuk, maka tim harus berusaha menjatuhkan orang tersebut.”Akibatnya terkadang saat tim kita mau sampai puncak juga ikut terjatuh,”tambahnya.

Warga lainya, Suhamdi 30 tahun yang masih sebagai tim Abdullah mengusulkan, agar kedepan Lomba Panjat pinang tersebut lenbih terorganisir lagi. Yakni dengan cara benar-benar diatur layaknya sebuah perlombaan. Satu tim untuk satu pohon pinang. Jauh hari sebelumnya, tim yang ikut Lomba sudah terdaftar, sehingga semua menjadi tertib dan jelas perlombaanya.”Kalau sekarang ini rebutan dengan siapa-saja yang mau. Memang seru tetapi tampak tidak tertib,”katanya.|001|0078

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah