Published On: Thu, Feb 25th, 2016

Tradisi Begibung Masyarakat Sasak

dibaca 2,360 kali
Share This
Tags

BERADIO LOMBOK FM,Lombok Barat – Begibung adalah makan bersama dalam satu wadah bisa saja menggunakan nare atau nampan, dalam seremonial adat suku sasak merupakan rangkain atau bagian yang tidak terpisahkan dari acara begawe, kebiasaan atau adat istiadat ini memang masih lestari karena memang di jaga dengan baik oleh masyarakat adat sasak pada umumnya.

Perjalanan sebuah masyarakat adat, memang tidak akan terpisahkan dari ritual dan seremonial yang sudah mengakar dan sudah menjadi budaya yang kuat, bahkan cenderung menjadi wajib di kalangan masyarakat sasak pada umumnya.

Pemaknaan kata wajib ini bukan berarti dosa jika tidak di laksanakan, namun tidak lebih hanya perasaan tidak enak sehingga ada beban moral karena sudah menjadi kewajiban sosial terhadap pelaksanaannya.

Dalam persfektif agama masalah adat ini sudah di atur dan di jelaskan bahwa ‘’suatu kebiasaan yang di lakukan berulang-ulang akan menjadi hukum’’ al adatu muhakkamatun’’.Dengan dasar itulah agama membolehkan ritual ini, akan tetapi dengan catatan selama adat itu tidak bertentangan dengan agama atau nilai-nilai aqidah.

Seperti yang terliahat dalam salah satu gawe merari’ kemarin minggu 22/02 di dusun batu rimpang,begawe banjar yang di hadiri oleh seluruh masyarakat ini berlangsung meriah walaupun dengan keterbatasan epen gawe, namun semangat pelestarian adat ini masih terasa amat kental bagi masyarakat pedalaman.

Dalam sejarah ke islaman, begibung ini di ambil atau diadopsi dari kebiasaan sahabat nabi ketika di zaman dakwah, bahkan di timur tengah umunya masih lestari hingga saat ini, terbukti jamaah tablig yang mengakui diri sebagai pengikut sunnah Nabi masih melakukannya dalam setiap dakwahnya, dengan keyakinan bahwa berkah makanan itu ada di banyak tangan yang menyuap makanan tersebut.

Lestarinya adat ini memang sebagai petunjuk awal bahwa dalam kalangan masyarakat sasak sendiri masih sangat kental dengan nilai – nilai luhur gotong royong,dan semangat kebersamaan itu terbangun oleh rasa sepenanggungan, hingga saat ini masih sangat kental terasa di tengah-tengah kita yang masih tinggal di kampung.

Menurut kepala Dusun Batu rimpang Syafi’i’’ begibung merupakan simbol kebersamaaan warga yang terbungkus dalam semangat gotong royong, karena semua ini di kerjakan secara bersama-sama oleh para banjar, kami berharap ini akan lestari dan di jaga baik oleh para generasi muda ke depan’’, tuturnya.|010|54|

PEGADAIAN SYARIAH RENTENG

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah