Published On: Fri, May 20th, 2016

Toko Bangunan Ludes Terbakar, Damkar diusir

dibaca 711 kali
Share This
Tags

PKEBAKARANRadio Lombok Fm, Lombok Utara – Nasib apes menimpa salah satu warga di Kecamatan Pemenang, pagi sekitar pukul 07.30 toko bangunan milik Nengah Gawe yang terletak di Dusun Karang Pangsor Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang ludes di lalap si jago merah.

Api yang berkobar dari sebuah toko bangunan tersebut membuat masyarakat langsung panik, kepulan asap api membumbung tinggi ke udara, membuat khawatir warga sekitar yang tinggal didekat pertokoan tersebut.

“Kami harus berupaya memadamkan api tersebut dengan menggunakan air dari selokan karna tim pemadam kebakaran dari BPBD lama datang,”cetus halim warga sekitar yang membantu proses pemadaman.

Namun upaya warga untuk memadamkan api tersebut nampaknya gagal, dimana api semakin membara dan menghanguskan segala isi barang yang ada di toko bangunan milik Nengah Gawe tersebut.

Masyarakat yang mengharapkan kedatangan tim pemadam kebakaran ini baru bisa datang setelah 40 menit kebakaran berlangsung, hal ini sontak membuat emosional warga tinggi, dimana kedatangan tim pemadam kebakaran yang terlambat ini diteriaki warga agar sebaiknya pulang dan tidak perlu membantu, bahkan sebagian warga meluapkan emosinya dengan melempari mobil pemadam kebakaran yang datang menggunakan ember yang digunakan warga untuk membantu proses pemadam, namun demikian kedatangan tim pemadam kebakaran sendiri mampu memadamkan api yang begitu besar tersebut.
‘’Api sudah semakin besar dan menyambar semua bangunan tapi BPBD baru datang. Bahkan, setelah api sudah padam baru datang 1 unit mobil lainnya,” ungkap Riko salah satu warga setempat yang berada di lokasi.

Sementara itu, Danru TRC BPBD Lombok Utara, M Sa’I yang ditemui di lokasi mengungkapkan, faktor jarak menjadi penyebab satu unit damkar datang terlambat. Terkait sumber api, Sa’I menduga berasal dari konsleting listrik yang berada di stop kontak bagian belakang toko.

‘’Stop kontak di belakang toko kita lihat sudah hangus terbakar. Untuk kedatangan mobil yang terlambat, karena posisi awal standby di Bayan. Tapi api dapat dipadamkan satu unit damkar yang sudah datang dibantu warga,” terangnya.

M Sa’I mengaku timnya mengalami kesulitan dalam memadamkan api. Pasalnya, barang-barang toko yang terdiri dari tiner dan karbit membuat pemadaman api di toko berlangsung lama.

‘’Karena barang itu membuat kita agak lama memadamkan api,” tandasnya.

Sementara itu, pemilik toko, Nengah Gawe mengungkapkan, dirinya pertama kali melihat asap mengepul dari arah dalam tokonya tersebut sekitar pukul 07.30 Wita. Saat itu dirinya ingin membuka toko, tetapi begitu pintu toko terbuka asap sudah banyak terlihat dari dalam toko. Didalam toko sendiri terdapat barang-barang yang notabene cepat terbakar, seperti kayu, triplek, tiner dan karbit. Atas kejadian yang menimpanya, Nengah mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

‘’Tadi saya langsung minta tolong sama warga. Kalau untuk kerugian sekitar ratusan juta ada,” ucapnya dengan nada lemas.|005|012|.

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah