Published On: Sun, Jul 1st, 2018

Tim Suhali Amin Curigai Quick Count Versi KPU Tersusup Hacker

dibaca 857 kali
Share This
Tags

RADIO LOMBOK FM, Mataram -Hasil Quick Count yang dimunculkan website KPU tidak bisa digunakan menjadi rujukan untuk mengetahui pemenang Pilkada NTB. Pasalnya quick count versi KPU ini sarat kejangalan. Bahkan kuat dugaan server KPU yang merilis quick count berdasarkan C1 tersebut diduga disusupi hacker.

Tim Humas dan Publikasi Paslon Suhaili-Amin Hasan Masaad, mencurigai adanya kejanggalan dalam quick count KPU yang bisa dilihat dan dirasakan oleh masyarakat. “Contoh, jumlah pemilih, pengguna hak pilih dan total suara sangat tidak singkron. Terjadi perbedaan yang sangat jomplang antara pengguna hak pilih dengan total suara.

Perbedaan ini terjadi di semua kabupaten/kota berdasarkan quick count KPU yang katanya disadur dari C1,” kata Hasan dalam keterangan persnya, Sabtu (30/6) di Mataram.

Ia justru merinci, jika di Kabupaten Sumbawa Barat saja, jumlah pemilih yang tercatat berdasarkan Quick Count KPU sebanyak 81.213 dengan pengguna hak pilih sebanyak 57.900. Sedangkan total suara tercatat 58.141. “Kan lucu sekali masak total suara lebih tinggi dari pengguna hak pilih. Masak siluman juga bisa milih. Kondisi ini terjadi di semua kabupaten. Silahkan saja dicek di website KPU,” tanyanya.

Kejanggalan berikutnya kata Hasan yang juga bidanghubungan antar media DPD Partai Golkar NTB ini menyebutkan, saat proses quick count berlangsung, server KPU yang melansir hitungan cepat sehari setelah pemilihan sering hank. Setelah hank puluhan menit, server KPU bisa dibuka dan suara kandidat yang dimenangkan quick count KPU terus melonjak drastis. Kondisi ini terus berulang-ulang sampai suara masuk diatas 90 persen.

“Karena itu saya yakin server KPU dihack dan ada dugaan permainan karena suara Lombok Timur, Lombok Barat dan Sumbawa paling terakhir masuk. Jika melihat tupografi wilayah, seharusnya suara Lombok Barat lebih dahulu masuk dibanding suara lombok Tengah. Kami akan bongkar dan buktikan dugaan kecurangan yang dimainkan oknum hacker dan oknum lainnya yang ingin menciderai Pilkada NTB dengan praktek kotor,” ancam Hasan.

Hasil penelusuran kata lanjut Hasan, link yang masuk untuk menghack server KPU sudah diidentifikasi. Termasuk terduga nama hacker yang berperan dibalik permainan ini. Hasan belum mau membeberkan nama-nama link hacker tersebut. “Ada saatnya nanti kami umumkan apa nama-nama link itu, ditunggu saja,” imbuhnya.

Adanya dugaan hacker yang mengaca data pada laman KPU sehingga laporan perolehan suara Pilgub NTB sarat kejanggalan dibantah KPU RI. “Lancar saja, tidak ada masalah. Server Real Count infopemilu.kpu.go.id tidak diheck.,” kata komisioner KPU RI, Viryan Azis, dihubungi wartawan via telepon seluler, Sabtu. Dikatakan Viryan, input data hasil semua pilkada serentak sudah sudah tuntas. Input data dari seluruh pelaksanaan Pilkada di Indonesia dan sudah masuk seratus persen,” jelasnya. (07/051)

 

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah